News
·
18 September 2020 12:40

Nakhoda Kapal Berinisiatif Masukkan Jenazah 5 ABK ke Dalam Freezer

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Nakhoda Kapal Berinisiatif Masukkan Jenazah 5 ABK ke Dalam Freezer (120243)
searchPerbesar
Proses evakuasi jenazah 5 mayat di kapal nelayan oleh Polres Kepulauan Seribu. Foto: Dok. Istimewa
Sebanyak 5 ABK Kapal MV Starindo Jaya Maju VI tewas dalam perjalanan pulang usai melaut selama 2 bulan. Mereka tewas usai menenggak miras oplosan dengan kandungan alkohol 70 persen.
ADVERTISEMENT
Karena masih berada di laut, nakhoda Starindo Jaya Maju VI berinisiatif memasukkan jenazah ke freezer agar beku.
"Nakhoda lalu mengamankan beberapa barang bukti miras oplosan. Dan berinisiatif untuk menempatkan para korban di freezer kapal," kata Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Morry Ermond, saat dihubungi kumparan, Jumat (18/9).
Dari pemeriksaan polisi di kapal dan keterangan nakhoda, para ABK ini memang sempat minum-minuman keras. Buktinya, ada beberapa benda yang diamankan, yakni 5 botol kosong alkohol 70 persen, antiseptik, 1 pak minuman berenergi kemasan sachet, dan 1 botol air mineral bekas berukuran 1,5 liter.
Salah satu ABK yang meninggal, yakni Muhammad Sonhaji, sempat mengajak hampir seluruh ABK untuk minum-minuman tersebut pada 4 September. Ia pun meminum miras dengan ABK lainnya.
ADVERTISEMENT
"Korban mencampur alkohol dan minuman tersebut dan dikonsumsi bersama dengan para saksi," tambah dia.
Nakhoda Kapal Berinisiatif Masukkan Jenazah 5 ABK ke Dalam Freezer (120244)
searchPerbesar
Proses evakuasi jenazah 5 mayat di kapal nelayan oleh Polres Kepulauan Seribu. Foto: Dok. Istimewa
Alhasil saat diminum para ABK ini mengalami sakit perut yang bercampur dengan sesak napas.
"Kelima korban merasakan sakit perut, badan panas, sesak dan tidak lama kemudian meninggal dunia," kata Morry Ermond.
Peristiwa ini terungkap saat anggota Polres Kepulauan Seribu mengadakan Operasi Yustisi di perairan Pulau Pari. Mereka lalu menghampiri kapal MV Starindo Jaya Maju VI, yang tidak mematuhi protokol kesehatan.
Saat dihampiri sang nakhoda justru melaporkan ada 5 jenazah dalam freezer kepada kepolisian. Polisi pun lantas mengevakuasi para korban, dan membawanya ke RS Polri untuk proses autopsi.