Neneng, Gajah Berusia 55 Tahun di Medan Zoo, Mati

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gajah.  Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gajah. Foto: Pixabay

Kabar duka menyelimuti Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo. Pasalnya Neneng, salah satu gajah di tempat itu mati, Sabtu (26/1).

Dokter Medan Zoo, Sucitrawan, mengatakan Neneng mati diduga karena faktor usia.

"Tadi pagi matinya, jam 10.20 WIB, usia Neneng sekitar 55-60," ujar Sucitrawan kepada kumparan, Sabtu (26/1).

Sucitrawan mengatakan, hingga kini tim medis Medan Zoo disaksikan BKSDA Sumut, sedang memeriksa tubuh Neneng. Kesimpulan sementara gajah tersebut mati karena sudah tua.

Siti Gajah di Medan Zoo bersama pawangnya alex saat menghindari hujan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

"Ini kita lagi autopsi, kita kan baru bongkar ini. Kalau usia gajah (hidup) banyak pendapat, ada yang 48 tahun ada juga yang 60 tahun," ungkap Sucitrawan.

Sucitrawan mengatakan, sebelum mati, Neneng tampak lemas dan tidak mau makan sama sekali. Petugas Medan Zoo sempat merawatnya, namun nyawanya tak tertolong.

"(Sempat ) dirawat kita infus terus, kasih vitamin antibiotik," ujar Sucitrawan.

Terkait pemakaman rencana jika autopsi sudah selesai akan langsung dimakamkan di Medan Zoo.

Siti Gajah di Medan Zoo bersama pawangnya alex saat menghindari hujan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

"Hari ini (dimakamkan) nggak boleh lama lama, (langsung ) dimakamkan di Medan Zoo," ujar Sucitrawan.

Neneng merupakan gajah asal Taman Hutan Raya (Tahura) Sumut. Dia didatangkan Medan Zoo bersama Siti (50), gajah asal Aceh pada tahun 2008.

Keduanya menjadi idola pengunjung kebun binatang, setiap hari libur menemani pengunjung Medan Zoo. Hingga akhir hayatnya, Neneng sama sekali belum pernah kawin.

"Keduanya belum melakukan perkawinan," ujar Sucitrawan yang pernah diwawancarai kumparan, Minggu (6/1).

kumparan post embed