Pabrik Bahan Baku Ternak Terbesar di Dunia Akan Dibangun di Sei Mangke

Badan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, Sumatera Utara, yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, akan membangun pabrik alternatif protein terbesar di dunia. Untuk saat ini, PT Alternative Protein Indonesia (API) telah berminat untuk investasi di proyek tersebut.
Direktur Utama PTPN III Dasuki Amsir mengatakan, proyek ini akan dibangun pada lahan seluas 51 hektare dengan kebutuhan tandan kosong kelapa sawit sekitar 572 ribu ton per tahun dan Palm Kernel Meal (PKM) sekitar 300 ribu ton per tahun.
Menurut dia, proyek tersebut membutuhkan investasi sebesar 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,6 triliun (kurs Rp 13.300). Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2019.
"Groundbreaking PT API ditargetkan bulan Juli 2017 dan ditargetkan telah beroperasi pada bulan Februari 2019," kata Dasuki di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomia, Jakarta, Rabu (17/5).
Baca juga: Menko Darmin Minta Badan Pengelola KEK Aktif Tarik Investor
Alternatif protein merupakan bahan baku untuk pakan ternak dan bahan pangan di Indonesia. Nantinya, PT API akan melakukan pembangunan 25 insect Bio Reactor (lBR) di seluruh wilayah Indonesia.
Senior Executive Vice President PTPN III Alexandar Maha, mengatakan kebutuhan feedstock mencapai 2,5 juta ton per tahun untuk pengembangbiakan serangga Black Soldier Fly yang akan menghasilkan produk protein alternatif tersebut.
"Jadi luar biasa, ini inovasi baru. Alternatif protein di Indonesia dengan nilai 500 juta dolar AS di Sei mangkeI. Ini animal feed terbesar di dunia yang akan dibangun di Indonesia," ujarnya.
Pada hari ini, Rabu (17/5), dilakukan perjanjian kerja sama serah terima operasional aset pemerintah dari Kementerian Perindustrian kepada PT Perkebunan Nusantara III yang merupakan Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola KEK SEI Mangke.
MoU yang disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, tersebut meliputi jalan poros, tank farm, dan dry port dengan total investasi mencapai Rp 10,2 triliun.
Baca juga: Sirkuit MotoGP Dipastikan Akan Dibangun di Mandalika
