Panglima TNI soal Pengobatan Ida Dayak: Bagus-bagus Saja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono (kanan) meninjau pasukan saat upacara pemberangkatan satgas Pamtas RI-Papua Nugini ke wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/3/2023). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono (kanan) meninjau pasukan saat upacara pemberangkatan satgas Pamtas RI-Papua Nugini ke wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/3/2023). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono turut menanggapi ramai pengobatan Ida Dayak. Apa kata Yudo?

"Pengobatan kenapa? Kan bagus-bagus saja," kata Yudo kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (5/4).

Ida Dayak pernah menggelar pengobatan di Kostrad di Depok. Warga yang datang pun membludak hingga akhirnya pengobatan dibatalkan.

"Mungkin diundang dari Kostrad untuk menyembuhkan masyarakat sekitar situ. Itu kan juga merupakan wujud bakti sosial. Wujud bakti sosial kepada masyarakat diundang, diobati," jelasnya.

"Mungkin akan dibiayai oleh Kostrad untuk masyarakat sekitar situ," sambungnya.

Ida Dayak saat mengobati ribuan warga dan anggota polisi di Polres Bogor. Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, cara pengobatan suatu penyakit tentunya variatif.

"Kan cara apa pun kan boleh yang penting sah untuk penyembuhan," tutup Yudo.

Belakangan ini Ida Dayak viral. Dia diantre ratusan hingga ribuan warga yang ingin mendapat pengobatan darinya. Metode pengobatannya yang tanpa operasi, hanya menggunakan minyak khusus yakni minyak bintang dan rapalan doa-doa, membuat masyarakat tertarik.

Kebanyakan yang datang adalah masyarakat yang patah tulang dan lumpuh.

Tanggapan Kemenkes dan IDI

Melihat fenomena ini, Kemenkes yang bertanggung jawab pada kesehatan publik akan mengecek ke otoritas terkait.

kumparan post embed

"Kita tentunya akan melakukan pembinaan terhadap pengobatan tradisional ataupun tenaga penyehat tradisional (hatra) termasuk bahwa hatra memiliki STPT (surat terdaftar penyehat tradisional)," ucap jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

Sedangkan IDI mengatakan, pengobatan alternatif harus ada monitoring dan evaluasi.

"Mestinya, seharusnya apa pun yang dikerjakan itu ada monitoring dan evaluasi efektivitasnya. Mari sama-sama kita lihat, kita evaluasi," kata Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) 2022-2025 dan Ketua Kolegium Ortopedi dan Traumatologi 2019-2022, Prof. Dr. dr. Ferdiansyah, Sp.OT(K).

kumparan post embed