PDIP soal Elektabilitas Gibran Rendah: Wajar, Purnomo Sudah Dikenal

kumparanNEWSverified-green

comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gibran Rakabuming Raka saat mendaftar jadi calon Walkot Solo di DPD PDIP Jawa Tengah, Kamis (12/12). Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gibran Rakabuming Raka saat mendaftar jadi calon Walkot Solo di DPD PDIP Jawa Tengah, Kamis (12/12). Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Hasil lembaga survei Median mengungkapkan elektabilitas putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, masih kalah dengan bakal calon wali kota yang diusung DPC PDIP Solo, Achmad Purnomo.

Dalam survei dengan sistem pertanyaan tertutup tersebut, elektabilitas Gibran 24,5 persen, sedangkan Purnomo 45 persen.

Menanggapi hasil ini, Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto menganggap hasil ini wajar. Ia justru akan heran jika hasilnya terbalik, karena Gibran baru beberapa hari lalu mendaftarkan diri ke DPD PDIP Jateng.

"Kalau Mas Gibran melebihi Pak Purnomo itu baru pertanyaan. Itu benarlah, karena Pak Purnomo sudah kerja di situ cukup lama, sudah dikenal, jadi wajar," kata pria yang akrab disapa Pacul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/12).

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto. Foto: Afiati Tsalitsati

Menurut Pacul, survei elektabilitas Pilkada Solo 2020 masih dinamis, sehingga tak menjadi faktor tunggal terkait keunggulan salah satu paslon. Ia mengingatkan masih ada faktor euforia pemilih yang harus diperhatikan.

"Survei itu bersifat dinamis, jadi bagaimana seorang paslon berdialektika dengan masyarakat yang bisa kemudian akan menimbulkan dinamika dan berujung pada romantika. Maka romantikanya itu bisa tunggal, tersundul emosi terjadilah euforia," ungkap Pacul.

Dia mencontohkan, Pilkada Jateng 2018 yang dimenangkan oleh Ganjar Pranowo. Kala itu, elektabilitas Ganjar sempat kalah unggul dari pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah. Namun, Ganjar bisa menang karena euforia pemilih di Jateng.

kumparan post embed

"Seperti Pak Ganjar waktu itu, terjadi sebuah euforia sehingga incumbentnya awalnya tinggi juga bisa patah," sebutnya.

Meski begitu, ada juga yang survei elektabilitas tinggi, namun juga diikuti dengan euforia masyarakat yang juga tinggi, seperti Pilkada Wonogiri 2015. Saat itu, PDIP yang mengusung Joko Sutopo berpasangan dengan Edi Santoso menang.

"Tetapi elektoralnya tinggi dan susah patah itu di Wonogiri. Itu enggak bisa patah karena elektoralnya tinggi sudah menciptakan euforia di masyarakat," tandasnya.

Gibran Rakabuming telah mendaftar lewat DPD PDIP Jawa Tengah karena DPC PDIP Solo telah mencalonkan Achmad Purnomo. Meski begitu, Gibran tak ambil pusing dan ia mengakui memiliki hasil survei internal tersendiri.

"Hasil survei internal tim saya hasilnya beda jauh dengan lembaga survei Median. Saya belum bisa publikasikan hasil internal itu. Yang jelas hasilnya beda jauh," jelas Gibran.

kumparan post embed