Pekerja di Siak Diterkam-Diseret Harimau Saat BAB, Selamat Berkat Sorotan Lampu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seekor anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) berada di kandang saat dipindahkan ke Tempat Perawatan Satwa Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat di Padang Pariaman, Jumat (22/5/2026) dini hari. Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seekor anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) berada di kandang saat dipindahkan ke Tempat Perawatan Satwa Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat di Padang Pariaman, Jumat (22/5/2026) dini hari. Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO

Serangan harimau sumatera kembali terjadi di Kabupaten Siak, Riau. Seorang pekerja bernama Hari Harianto menjadi korban setelah diterkam satwa dilindungi tersebut saat hendak buang air besar (BAB) di tepian kanal, Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Selasa (21/7) malam.

Korban selamat setelah harimau melepaskan gigitannya akibat sorotan lampu terang dari alat berat ekskavator yang dioperasikan rekan-rekannya.

Kapolsek Sungai Apit, Iptu Adifian Ikhsan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB, tidak jauh dari kamp tempat korban bersama rekan-rekannya bekerja.

Sebelum insiden terjadi, Harianto bersama dua rekannya, Rakha dan Herman, sedang beristirahat di kamp. Korban kemudian keluar menuju tepian kanal yang biasa digunakan para pekerja untuk mandi dan buang air.

“Lebih kurang 10 menit keluar dari camp, dua rekannya mendengar suara teriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, Rakha dan Herman segera keluar dari camp dan berusaha mencari sumber suara. Namun, korban belum ditemukan karena kondisi di sekitar kamp minim penerangan dan pencahayaan,” ujar Iptu Adifian Ikhsan saat dikonfirmasi, Rabu (22/7).

Karena kondisi gelap, kedua rekan korban memutuskan naik ke atas alat berat jenis ekskavator untuk menghidupkan mesin sekaligus menyalakan seluruh lampu penerangan. Sorotan lampu kemudian diarahkan ke lokasi asal suara korban.

“Setelah dilakukan penyinaran, terlihat korban sedang diseret oleh seekor harimau. Karena sorotan lampu alat berat yang cukup terang, harimau tersebut melepaskan gigitannya terhadap korban dan melarikan diri masuk ke dalam kawasan hutan,” jelas Kapolsek.

Usai harimau melarikan diri, Rakha dan Herman segera mengevakuasi Harianto. Korban dibawa menggunakan speedboat menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Teluk Lanus untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Setelah kondisi awal korban ditangani oleh bidan yang bertugas, Harianto kembali dievakuasi menggunakan speedboat menuju Pelabuhan Penyengat. Dari pelabuhan, korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Tengku Rafian Siak guna menjalani penanganan medis lebih lanjut.

Menurut Iptu Adifian, korban mengalami luka serius akibat gigitan dan cakaran harimau di bagian punggung.

“Untuk kondisi korban, di bagian punggung penuh gigitan dan cakaran harimau. Kondisinya saat ini dalam pemulihan,” tutupnya.

Peristiwa ini menambah daftar konflik antara manusia dan Harimau Sumatera di Kecamatan Sungai Apit. Sebelumnya, pada 14 Juli 2026, seorang pekerja sawit bernama Agus nyaris menjadi korban serangan harimau di Desa Mengkapan.

Saat itu, Agus tengah mengangkut hasil panen kelapa sawit menggunakan sepeda motor ketika seekor harimau tiba-tiba muncul dari arah belakang dan melompat ke arah kendaraannya. Satwa tersebut sempat mencakar keranjang yang dibawa korban.

Beruntung, Agus langsung memacu sepeda motornya sehingga berhasil menyelamatkan diri dari serangan lanjutan.

Diketahui, Kampung Teluk Lanus dan Desa Mengkapan merupakan kawasan yang masih berdekatan dengan habitat alami serta jalur lintasan harimau Sumatera. Kemunculan satwa dilindungi ini dalam waktu berdekatan menjadi peringatan bagi masyarakat dan pekerja yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.