Pemakaman Pangeran Philip Tanpa Tata Kenegaraan, Berkode Operation Forth Bridge

Prosesi pemakaman suami Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip, akan sedikit berbeda dari prosesi pemakaman keluarga kerajaan Inggris.
Diberitakan Associated Perss (AP), pandemi corona membuat prosesi menjadi lebih sederhana. Prosesi pemakaman Pangeran Philip dipersiapkan dengan nama sandi atau kode Operation Forth Bridge.
Kode ini mengacu pada jembatan gantung yang menghubungkan Edinburgh ke Fife, sesuai dengan gelar Philip sebagai Duke of Edinburgh.
Jenazah Pangeran Philip nantinya tak akan melalui prosesi pemakaman kenegaraan. Seperti saat pemakaman Ibu Suri Elizabeth --ibunda Ratu Elizabeth II-- pada 2002. Saat itu, peti matinya disemayamkan di Aula Westminster dan ribuan orang memberi penghormatan terakhir.
Pihak Istana Buckingham memastikan prosesi dengan menerapkan protokol secara ketat karena situasi pandemi corona.
"Selama pandemi virus corona, dan berdasarkan nasihat pemerintah saat ini dan pedoman jarak sosial, pengaturan pemakaman dan upacara yang dimodifikasi untuk Yang Mulia Duke of Edinburgh sedang dipertimbangkan oleh Yang Mulia Ratu," kata Istana Buckingham dalam sebuah pernyataan. “Detailnya akan dikonfirmasi pada waktunya.”
College of Arms, badan yang mengawasi protokol seremonial, mengatakan jenazah Pangeran Philip akan disemayamkan di Kastil Windsor, lokasi dia menghabiskan minggu-minggu terakhirnya dengan Ratu Elizabeth II.
Kemungkinan besar pemakamannya akan diadakan di Kapel St. George, tempat pemakaman kerajaan selama berabad-abad dan pernikahan kerajaan, termasuk pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle pada 2018.
"Ini sesuai dengan kebiasaan dan dengan keinginan Yang Mulia," kata pihak College of Arms.
Sebagai suami Ratu Inggris dan atas pengabdiannya untuk kerajaan dan negara, Pangeran Philip berhak atas pemakaman kenegaraan yang besar. Namun semasa hidup, Duke of Edinburgh sempat mengatakan, tak tertarik pada acara-acara besar.
Diyakini Pangeran Philip akan menjalani pemakaman militer daripada pemakaman kenegaraan, dengan layanan pribadi di Kapel St. George. Namun rencananya harus diubah karena pembatasan akibat pandemi corona, yang saat ini memiliki aturan berkumpul tidak lebih dari 30 orang.
Ratu Elizabeth II akan memasuki delapan hari berkabung. Dengan demikian, urusan negara akan ditunda sebagai tanda penghormatan. Periode berkabung kerajaan kemudian akan berlanjut selama 30 hari berikutnya, setelah itu Ratu akan kembali sepenuhnya ke kehidupan dan tugas publik.
Sementara itu, masyarakat Inggris diminta tak berkerumun di depan istana untuk menaruh bunga. Penghormatan terakhir kepada Pangeran Philip diminta dilakukan di lokasi yang aman dari penularan corona.
