Warga Inggris Berduka Pangeran Philip Wafat, Diimbau Tak Berkerumun Taruh Bunga

Inggris berduka atas meninggalnya suami Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip, Jumat (9/4). Seluruh masyarakat diminta untuk tidak berkerumun di depan Istana Buckingham dan Kastil Windsor untuk menaruh bunga sebagai bentuk duka.
Imbauan ini disampaikan pihak Istana, sebagai pedoman menjaga jarak yang masih diberlakukan untuk mencegah penularan corona.
“Dengan memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan publik, dan sesuai dengan pedoman pemerintah, anggota masyarakat diminta untuk tidak berkumpul di tengah keramaian,” kata Istana Buckingham dikutip dari Reuters, Sabtu (10/4).
“Mereka yang ingin menyampaikan belasungkawa diminta untuk melakukannya dengan cara yang paling aman, dan tidak berkumpul di Royal Residences,” imbuhnya.
Seorang juru bicara Kantor Kabinet meminta agar "persembahan bunga tidak boleh dilakukan di Royal Residences saat ini."
Sampai saat ini belum diketahui bagaimana prosesi pemakaman Duke of Edinburgh ini.
"Modifikasi pemakaman dan pengaturan upacara untuk Yang Mulia Duke of Edinburgh sedang dipertimbangkan oleh Yang Mulia Ratu," kata Istana. “Detailnya akan dikonfirmasi pada waktunya.”
Philip Mountbatten yang semasa hidup telah membantu modernisasi monarki, meninggal di Kastil Windsor dalam usia 99 tahun. Sosoknya sudah melekat pada hati masyarakat Inggris.
"Ini momen yang sangat menyedihkan," kata penduduk London Victoria Hasler kepada Reuters.
"Kami tahu dia sudah lama sakit dan itu sangat menyedihkan. Dan kami benar-benar minta maaf kepada keluarga kerajaan atas kabar duka mereka," imbuhnya.
Saat berita Pangeran Philip wafat tersebar, siaran radio dan televisi disela dengan lagu kebangsaan "God Save The Queen".
Bendera Union setengah tiang berkibar di semua kediaman kerajaan dan gedung pemerintah Inggris. Penghormatan kepada Philip ditampilkan di Piccadilly Circus dan disalurkan dari seluruh dunia untuk veteran angkatan laut Perang Dunia Kedua ini.
“Berita yang sangat menyedihkan. Dia pria yang baik dan sangat sedih untuk monarki," kata Adam Carr, seorang penduduk London.
Kecerdasan dan dedikasinya yang tajam membuat Philip mendapat popularitas yang luas di Inggris, tetapi dia juga sempat dikritik karena komentar seksis yang blak-blakan.
Beberapa orang meletakkan bunga di samping bendera Inggris di luar Istana Buckingham dan di tembok kuno Kastil Windsor, meskipun pemerintah mendesak orang untuk tidak membawa bunga ke kediaman kerajaan.
