Pemerintah Anugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada 6 Tokoh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prosesi penyematan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (1/6/2026). Foto: Kemendagri RI
zoom-in-whitePerbesar
Prosesi penyematan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (1/6/2026). Foto: Kemendagri RI

Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya bidang pemerintahan dalam pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kelautan dan perikanan tahun 2025 kepada enam tokoh. Pemberian penghargaan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden RI (Keppres) Nomor 126/TK/Tahun 2025.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara atas jasa para penerima dalam membangun sektor kelautan dan perikanan wilayah pesisir di daerah.

Prosesi penyematan tanda kehormatan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (1/6/2026).

Dalam sambutannya, Mendagri menyampaikan apresiasi atas dedikasi para penerima penghargaan di bidang kelautan dan perikanan. Menurutnya, pemberian penghargaan tersebut telah melalui proses dan mekanisme yang panjang, termasuk melibatkan sejumlah kementerian/lembaga yang tergabung dalam tim panitia seleksi (pansel).

“Setelah melalui penjaringan dari tim pansel, gabungan, dan juga cek lapangan, Alhamdulillah Bapak-Bapak dan Ibu terpilih untuk mendapatkan anugerah tanda kehormatan ini,” ujar Mendagri.

Prosesi penyematan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (1/6/2026). Foto: Kemendagri RI

Ia menambahkan, meskipun prosesi penghargaan digelar secara sederhana dan penuh khidmat, hal itu tidak mengurangi esensi apresiasi negara kepada para tokoh tersebut. Apalagi, kata dia, Indonesia memiliki potensi besar di bidang kelautan dan perikanan, sehingga penghargaan ini menjadi momentum penting.

Menurut Mendagri, besarnya potensi maritim Indonesia juga diiringi tantangan dalam pengelolaan dan pengembangannya. Karena itu, dibutuhkan sosok-sosok yang mampu menggerakkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dari hulu hingga hilir.

“Kita memiliki juga danau, dan waduk buatan yang besar, yang jumlahnya sekitar 1500 … Nah ini memiliki potensi semua untuk bisa digali sumber daya alam dan karunia Tuhan ini untuk kepentingan masyarakat kita,” ungkapnya.

Prosesi penyematan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (1/6/2026). Foto: Kemendagri RI

Lebih lanjut, Mendagri berharap pembangunan di bidang maritim dapat dilakukan secara optimal dan ramah lingkungan, misalnya melalui pengembangan konservasi laut yang menghasilkan produk bernilai tinggi. Di sisi lain, ia berharap penghargaan tersebut dapat memacu pemerintah daerah (Pemda) untuk terus berinovasi dalam memajukan sektor kemaritiman.

“Ini pentingnya kita mungkin membaca potensi wilayah kita dan memanfaatkan semaksimal mungkin. Dan Bapak-Bapak dan Ibu yang terpilih hari ini memiliki keunggulan itu,” tandasnya.

Penerima penghargaan Satyalancana Wira Karya tersebut yakni Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Bupati Demak Eisti'anah, Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau, Wali Kota Manado Andrei Angouw, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Muhammad Isa Anshori.

Turut hadir pada acara ini Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, serta para pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemendagri.