Pemimpin Paguyuban Tunggal Rahayu di Garut Gunakan Gelar Profesor Palsu

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paguyuban di Garut, Jabar, Tunggal Rahayu, cetak mata uang sendiri.
 Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Paguyuban di Garut, Jabar, Tunggal Rahayu, cetak mata uang sendiri. Foto: Dok. Istimewa

Pemimpin tertinggi Paguyuban Tunggal Rahayu, Sutarman atau Cakraningrat, diduga menggunakan gelar akademis palsu. Sutarman memasangkan gelar Profesor, Doktor, Insinyur, dan sarjana hukum di depan dan belakang namanya pada setiap selebaran surat paguyubannya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut, Wahyudijaya, mengatakan seluruh gelar yang dituliskan di depan dan belakang namanya itu palsu.

“Itu lebih kepada pelecehan gelar akademis, semua gelarnya palsu,” ujarnya, Rabu (9/9).

Paguyuban di Garut, Jabar, gunakan lambang Garuda Pancasila dengan kepala menghadap ke depan. Foto: Dok. Istimewa

Dari informasi yang Wahyudijaya, Sutarman diketahui hanyalah lulusan Madrasah Aliyah di salah satu sekolah di Garut Selatan dan tidak pernah kuliah sama sekali. Madrasah Aliyah juga merupakan sekolah setingkat SMA,

Wahyudijaya mengatakan persoalan gelar akademis tersebut akan menjadi salah satu topik bahasan yang dibahas dalam rapat bersama Bakorpakem (Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat).

kumparan post embed

“Dalam rapat memang ada beberapa hal yang kita bahas, mulai dari perubahan lambang negara, pencetakan uang, hingga gelar akademis yang digunakan. Nanti akan dibahas dari sisi aspek hukumnya seperti bagaimana,” kata dia.

kumparan post embed

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan