Pemkab Garut Tak Akan Perpanjang PSBB, tapi Tetap Terapkan Check Point

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, tidak akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diterapkan Pemprov Jabar sejak 6 Mei. Diketahui PSBB di Garut mengikuti Pemprov Jabar.
Meski demikian, Pemkab Garut tetap memberlakukan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran wabah corona.
"Kami di Garut sudah selesai (PSBB) besok (Selasa). Setelah besok tetap ada protokol kesehatan," kata Bupati Garut, Rudy Gunawan, kepada wartawan di Garut, Senin (18/5) seperti dilansir Antara.
Rudy menuturkan, PSBB Jabar di Garut sudah berjalan sejak 6 Mei dengan aturan yang diterapkan seperti pemeriksaan pendatang di perbatasan kota dan pengendara wajib menggunakan masker.
Pemkab Garut, kata dia, tidak akan mengajukan perpanjangan PSBB ke Pemprov Jabar.
Namun Pemkab Garut akan menindaklanjuti PSBB itu dengan mengimbau masyarakat untuk lebih patuh menjaga jarak, menghindari kerumunan orang, dan aturan lainnya.
"Pemkab Garut tetap akan melakukan check point, penanganan ODP hingga positif, dan tetap melakukan rapid test," kata Rudy.
Ia mengungkapkan, penerapan PSBB di Garut berlangsung lancar, bahkan ekonomi masyarakat juga tidak terlalu terganggu. Terbukti masyarakat masih beraktivitas belanja memenuhi kebutuhan Hari raya Idul Fitri.
"Ekonomi bagus, mereka bisa beli baju lebaran," ucapnya.
Sementara itu selama pelaksanaan PSBB di Garut, sejumlah ruas jalan khususnya perbatasan disiagakan pos pemeriksaan kesehatan bagi warga yang datang dari luar kota.
Selain itu, petugas juga menutup jalan utama di perkotaan Garut untuk menghindari keramaian. Pemkab Garut juga menggelar rapid test secara massal di sejumlah tempat untuk mendeteksi penyebaran wabah COVID-19.
Namun meski diberlakukan PSBB, kerumunan orang masih terjadi di kawasan perkotaan Garut, bahkan masyarakat masih terlihat tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
