Penampakan Uang Asing dalam Brankas di Kasus Blackout Batu Bara-Asabri

Penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menemukan tumpukan uang asing saat menggeledah Kafe de’Clan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).
Uang tersebut diduga berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PLTU yang sebabkan blackout di sejumlah wilayah hingga PT Asabri, hingga dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Dalam video yang diterima kumparan, terlihat tumpukan uang pecahan Dolar Amerika Serikat (US Dollar) dan Dolar Singapura (Singapore Dollar) dalam jumlah besar. Uang itu tampak akan dihitung menggunakan mesin penghitung uang.
Selain itu, kumparan juga menerima video yang memperlihatkan sebuah koper berisi sejumlah amplop cokelat yang turut diamankan penyidik dari lokasi penggeledahan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan uang tersebut ditemukan di dalam brankas yang tersembunyi di balik lemari di lantai dua Kafe de’Clan.
“Ya, kami sampaikan tadi mungkin juga sudah ada dokumentasi tentang brankas yang ini, ya memang itu terselubung di balik satu lemari, ada suatu brankas dan ini sudah dibuka,” kata Budi di lokasi penggeledahan, Rabu (8/7).
“Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis, dan ini dalam mata uang Singapore Dollar dan US Dollar,”
Saat ditanya lokasi penemuan brankas tersebut, Budi memastikan berada di lantai dua Kafe de’Clan.
“Ada di kafe di lantai dua,” ujarnya.
Menurut Budi, penyidik masih menghitung total uang yang ditemukan. Selain uang, sejumlah dokumen yang berada di dalam brankas juga telah diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Penggeledahan di Kafe de’Clan merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan TPPU yang ditangani Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Kasus yang diusut meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk sejumlah PLTU periode 2018-2026, perkara PT Asabri, hingga dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI. Sebelumnya, penyidik menyebut sedikitnya delapan lokasi digeledah untuk mencari alat bukti dalam rangkaian penyidikan tersebut, dan meluas hingga ke kawasan Bogor.
