Pendakian Gunung Sibayak, Sumut, Ditutup karena Kemunculan Harimau

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi naik gunung. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi naik gunung. Foto: Pixabay

Jalur pendakian Gunung Sibayak di Kabupaten Karo, Sumut, ditutup sementara sejak Jumat (16/10). Keputusan diambil menyusul kemunculan Harimau Sumatera (Phanthera tigris Sumatra) di kawasan tersebut baru-baru ini.

Pemberitahuan penutupan disampaikan melaui surat dari UPT Pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan Dinas Kehutanan Sumut No: 522/690/TAHURA-BB/10/2020 tertanggal 15 Oktober 2020.

Kepala UPT Pengelolaan Tahura Bukit Barisan, Ramlan Barus, saat dikonfirmasi membenarkannya. Kata dia penutupan pendakian mulai diberlakukan hari ini.

“Mulai hari ini tanggal 16 oktober 2020 kita ditutup sementara demi menghindari gangguan atau konflik dengan satwa liar atau sering disebut harimau sumatera,” ujar Ramlan, kepada wartawan.

Kepada masyarakat maupun komunitas pecinta alam, Ramlan mengimbau untuk tidak masuk ke Kawasan wisata Bukit Barisan dan jalur pendakian Gunung Sibayak. Aturan ini berlaku sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Penutupan ini sampai batas waktu belum ditentukan, artinya setelah diteliti para ahli satwa liar sudah benar-benar kondusif, aman, mulai kita buka lagi,” ujar Ramlan

Kemudian untuk mendeteksi keberadaan harimau itu, pihaknya telah melakukan beberapa upaya. Di antaranya dengan memasang kamera trap di lokasi penampakan harimau.

Namun sejuah ini tanda-tanda keberadaan harimau tersebut belum terlacak. Lalu kata Ramlan, untuk mengantisipasi warga ataupun pengunjung yang nekat masuk Kawasan Gunung Sibayak, pihaknya juga telah meyiapkan petugas yang berjaga.

“Personel atau petugas dari Dinas Kehutanan, Tahura Bukit Barisan sudah stand by di sana,” ujar Ramlan

Bila nantinya ada pendaki yang nekat naik, maka akan disuruh balik arah.

Sebelumnya, Harimau Sumatera itu pertama kali terlihat petugas retribusi di pos pendakian Gunung Sinabung pada 29 Agustus 2020. Kemudian pada 30 September 2020, pengunjung yang mengendarai mobil juga melihatnya di pos pendakian.