Pengacara Yosua Sentil Febri Diansyah: Ferdy Sambo Gaji Rp 30 Juta, Hidup Hedon
·waktu baca 2 menit

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang bergabung menjadi tim pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Langkah Febri dan Rasamala menuai kritik, apalagi keduanya dikenal pegiat antikorupsi.
Adalah tim kuasa hukum keluarga Yosua, Irma Hutabarat yang menyentil Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang.
"Ketika PC dan Ferdy memberikan uang Rp 1 miliar kepada Bharada E, lalu Rp 500 juta kepada Kuwat dan Rp 500 juta kepada Bripka RR itu ada Rp 2 miliar. Yang jelas itu uang yang besar, Ferdy sambo itu gajinya Rp 3,9 juta plus 21 juta, kurang lebih Rp 30 juta," beber Irma di Jakarta, Kamis (29/9).
Irma meminta agar Febri dan Rasamala berpikir soal uang Ferdy Sambo.
"Apakah mungkin kalau gaji kalian Rp 30 juta bisa kasih uang Rp 2 miliar? Itu di depan mata sudah jadi pengakuan, ada 3 orang yang mengaku," beber Irma.
Kemudian gaya hidup Ferdy Sambo juga menjadi sorotan Irma.
"Lalu cara hidup hedon, kita ini kalau mau periksa korupsi biasanya organize crime. Tapi karena polisi ini hidupnya hedon itu ada mobil harganya Rp 4 miliar, punya dua ada mobil yang harganya Rp 5 miliar, ini kan kita tidak perlu menginvestigasi mulai dari situ saja, kalau Febri masih betul paham," sentil Irma.
Karena itu Irma berpesan ke Febri dan Rasamala, sebaiknya coba di dalami dari mana harta Ferdy Sambo, sedang dia bukan konglomerat.
"Jadi Febri dibayar berapa? Saya mau tanya," ujar Irma.
Kamaruddin kemudian juga ikut menimpali.
"Sebagai tambahan kalau PC sama Ferdy Sambo masuk ke KPK atau masuk rutan KPK, berarti Febri Diansyah sudah bekerja objektif sebagai penasihat hukum. Tapi kalau PC dan FS tidak ditangkap oleh KPK berarti mereka percuma eks KPK. Karena tidak kerja objektif. Karena kalau objektif pelaku tipikor harus dijerat secara hukum," urai Kamaruddin yang mempersoalkan harta Ferdy diduga dari gratifikasi.
