Pengamat IT dari ITB Sebut Mudah Cari Penyebar Konten baladacintarizeq

kumparanNEWSverified-green

clock
Habib Rizieq bersama Zakir Naik (Foto: Dok. Sugito)
zoom-in-whitePerbesar
Habib Rizieq bersama Zakir Naik (Foto: Dok. Sugito)

Polda Metro Jaya mengaku kesulitan menangkap penyebar foto berkonten pornografi yang kemudian menjerat Habib Rizieq Syihab dan Firza Husein ke ranah pidana. Hal berbeda diucapkan Hermansyah, ahli teknologi informatika dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurutnya, polisi bisa menghubungi cloudfare.com. Situs itu adalah penyedia proxy situs penyebar gambar yang dipermasalahkan. Jika polisi menghubungi cloudfare.com maka bisa diketahui siapa yang menyewa proxy situs tersebut.

"Menyewa proxy kan harus pakai visa atau mastercard. Namanya bisa diketahui dari sana," kata Hermansyah dalam diskusi bersama GNPF MUI di Hotel Balairung, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (16/6).

[Baca juga: Suara Habib Rizieq dari Arab Saudi: Rekonsiliasi atau Revolusi ]

Hermansyah mengaku sudah coba meminta cloudfare.com untuk membuka identitas penyewa proxy baladacintarizieq. Namun, penyedia proxy itu tidak mau membuka.

"Dalam balasan email mereka dibilang, ada term of conduct, informasi penyewa dibuka jika yang minta polisi atau pengadilan," katanya.

Selain melalui penyedia proxy, polisi juga bisa meminta informasi pembuat situs dari penyedia domain. Untuk masalah baladacintarizieq, domainnya disebut Hermansyah adalah keyhoster.com.

[Baca juga: Panglima TNI hingga Habib Rizieq Masuk Radar PKS untuk Pilpres 2019 ]

Polisi pun bisa menghubungi perusahaan penyedia domain itu untuk membongkar penyebar konten porno itu. Sebab, untuk menyewa domain juga butuh rekening Visa atau Mastercard.

Meski demikian, Hermansyah mengaku sudah tahu dalang di balik situs porno yang mencatut nama Habib Rizieq. Dia melalui pelaku setelah melacak posisi hosting atau server situs itu.

"Pelakunya orang Indonesia, hostingnya bukan di Asia, bukan di Amerika, bukan juga di Eropa," ujarnya.