Penggerebekan BNN di Kampung Bahari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penggerebakan Narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penggerebakan Narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara menggerebek Kampung Bahari di Jakarta Utara, Kamis (13/8). Dalam penindakan ini, salah satu bos peredaran narkoba Muhammad Ridwan alias Bos Gendut ditangkap.

"Semalam kami ikuti dari Kampung Bahari keluar menuju Mangga Besar, yang bersangkutan kita tangkap di salah satu salon kecantikan," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN, Roy Hardi Siahaan, kepada wartawan, Kamis (13/8).

Roy mengatakan, penangkapan terhadap Bos Gendut merupakan pengembangan dari kasus yang sudah diungkap BNN sebelumnya. Dari hasil penggerebekan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti.

"MR juga kita tangkap atas kepemilikan sabu 98 kilogram. Kemudian ada senpi ada beberapa emas batangan dan ada beberapa barbuk lain," tambah dia.

Roy mengatakan BNN juga sudah menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang dari kasus ini. Tim sudah menyita uang miliaran rupiah.

"Terhadap bos gendut atau MR kita sudah bisa mengembangkan TPPU-nya yang sudah kita sita uang cas Rp 1,277 miliar. Kemudian dikembangkan dalam beberapa aset yang sudah kita itung kurang lebih Rp 39,950 miliar," jelas dia.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap Bos Gendut, tim kemudian bergerak ke Kampung Bahari. Tim gabungan BNN memburu komplotan Bos Gendut.

"Dari hasil operasi saber bersinar berhasil sita beberapa barbuk antara lain narkotika jenis ganja atau gorila kemudian uang kemudian ada senpi, ada samurai ada beberapa peluru, ada HP ada aset-aset lain termasuk ada mobil dua, satu BMW," kata dia.

Ada dua orang lain yang ditangkap dari penggerebekan itu. Barang bukti motor vespa dan mobil juga disita.

kumparan post embed

Operasi di Kampung Bahari Terus Berlanjut

Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Metro Jaya menggelar operasi di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Foto: BNN

BNN menegaskan, operasi pemberantasan tidak akan dihentikan karena masih ada gembong narkoba yang ada di sana.

"Kami akan melakukan operasi terhadap Kampung Bahari karena masih ada yang bercokol selain Bos Gendut," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN, Roy Hardi Siahaan, kepada wartawan, Kamis (13/8).

kumparan post embed

Perlawanan dari Warga

Penggerebakan Narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Operasi gabungan diawali apel kesiapan personel di Kantor BNNK Jakarta Utara pada pukul 05.30 WIB. Setelah berkoordinasi, petugas bergerak menuju sejumlah target operasi di Kampung Bahari.

Penggeledahan dilakukan di garasi serta kediaman Muhammad Ridwan di Jalan Bak Air dan Jalan Samudra. Rumah A alias Lopes dan Kimmul di kawasan Jalan Bak Air, Tanjung Priok, juga digeledah.

Lokasi-lokasi tersebut diduga menjadi titik penyimpanan barang bukti narkotika dan senjata.

Penggerebekan ini sempat diwarnai kericuhan. Sejumlah warga sekitar melakukan perlawanan dengan melemparkan kembang api ke arah petugas keamanan.

“Menanggapi situasi yang berpotensi membahayakan tersebut, tim gabungan dengan sigap mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembakkan gas air mata guna membubarkan massa dan mengamankan perimeter operasi agar penggeledahan dapat terus berjalan,” kata Roy.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penggeledahan hingga seluruh target operasi tercapai.

kumparan post embed

Sempat Hambat Perjalanan KRL

Penggerebekan ini berdampak pada gangguan perjalanan Commuter Line Tanjung Priok, Kamis (13/8) pagi.

Gangguan ini terjadi akibat kerumunan warga sekitar di jalur rel dan menghalangi jalur perjalanan kereta saat akan masuk Stasiun Tanjung Priok sekitar pukul 06.20 WIB.

"Pukul 07.01 WIB, Petugas terkait sudah mengamankan jalur rel dan aman untuk dilintasi perjalanan Commuter Line kembali," kata Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, dalam keterangannya.

Leza mengatakan imbas peristiwa ini, perjalanan Commuter Line Tanjung Priok mengalami keterlambatan selama 16-30 menit dengan total waktu keterlambatan selama 90 menit.

"KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mendengarkan arahan petugas di lapangan serta memantau informasi operasional secara berkala melalui media sosial resmi @commuterline atau aplikasi C-Access," ujarnya.

kumparan post embed

Pemprov DKI Dukung Penuh BNN

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau persiapan peresmian LRT Jakarta rute Manggarai - Velodrome di Manggarai, Kamis (13/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan terhadap langkah BNN memberantas peredaran narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Ia mengatakan Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh setiap tindakan aparat penegak hukum dalam pemberantasan narkoba.

“Jadi Pemerintah DKI Jakarta dalam hal yang berkaitan dengan narkoba, apa pun yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, terutama BNN, tentunya kami memberikan support sepenuhnya,” kata Pramono kepada wartawan.

Pramono menilai operasi pemberantasan narkoba dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkoba.

kumparan post embed