Penjelasan Pemkab Jember soal Bantuan Korban Banjir yang Sempat Ditarik Lagi

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Santri di Pondok Pesantren di Jember, mengeringkan kitab dan barang-barang yang terendam banjir.  Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Santri di Pondok Pesantren di Jember, mengeringkan kitab dan barang-barang yang terendam banjir. Foto: kumparan

Penanganan korban banjir di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, oleh Bupati Jember Faida, menjadi buah bibir. Pasalnya, bantuan berupa 5 kasur, selimut, dan sembako untuk Pondok Pesantren Mahasiswa Ma'had Baitul 'Ilmi ditarik lagi.

Terkait hal ini, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memberikan tanggapan.

"Perintah untuk memberikan bantuan kepada 18 penghuni pondok pesantren disampaikan oleh Bupati Jember secara langsung dan spontan. Bupati Jember pada hari Jumat 7 Februari 2020 datang langsung ke lokasi warga terdampak," kata Kadiskominfo Jember, Gatot Triyono, dalam keterangannya, Senin (17/2).

Gatot menerangkan, titik pertama yang dituju adalah tempat kos/pondok pesantren milik Ustaz Mastur. Setelah berdialog dengan Ustaz Mastur, Bupati Jember Faida secara langsung dan spontan memerintahkan tim untuk mendistribusikan bantuan kepada 18 orang yang tinggal di Pondok Pesantren tersebut.

kumparan post embed

"Kemudian tim pendistribusian bantuan (Kecamatan, Kelurahan, BPBD) segera mempersiapkan tambahan logistik bantuan, dan saat ini bantuan telah diserahkan kepada warga terdampak," jelas Gatot.

"Bupati Jember tidak pernah berniat sedikitpun untuk menarik bantuan. Peristiwa ini terjadi akibat kurangnya koordinasi dan miss komunikasi tim distribusi," lanjutnya.

Gatot menerangkan, pemberian bantuan kepada warga yang terkena musibah sudah sering dilakukan oleh Bupati Jember Faida.

Bupati Jember Faida saat mengunjungi korban banjir di pondok pesantren di Jember. Foto: kumparan

"Hal tersebut bukanlah pencitraan karena sudah menjadi kewajiban dan kebiasaan Bupati Jember untuk selalu hadir membantu warganya," terang Gatot.

Atas kejadian ini, kta Gatot, Bupati Jember akan mengevaluasi jajarannya dalam proses pendistribusian dan pendataan bantuan.

Sebelumnya, pemberian bantuan yang sempat ditarik ini diberikan lagi ke ponpes korban banjir.

Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Ma'had Al Ilmi, ustaz Mansur, merasa berkat pemberitaan media, akhirnya 18 orang santri mendapat bantuan berupa selimut dan kasur. Paket bantuan banjir itu diserahkan pada Jumat (14/2).

"Karena kata Pak Camat sampai dibaca kementerian," ujarnya kepada wartawan.

Padahal sebelumnya para mahasiswa santri itu hanya diberi bantuan 5 paket berisi selimut, kasur, dan sembako. Bantuan diberikan secara simbolis sebagai bentuk penanganan bencana oleh Bupati Jember Faida. Itu pun usai acara seremonial, seluruh bantuan ditarik oleh petugas dari Kelurahan Mangli dan Kecamatan Kaliwates.

kumparan post embed