Perusakan SMAN 10 Bandung Dipicu Saling Ejek Siswa Usai Tanding Bola

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkap penyebab penyerangan SMAN 10 Bandung pada Minggu (27/10) oleh sekelompok massa. Trunoyudo mengatakan penyebabnya, yakni adanya selisih paham antara murid SMAN 10 Bandung dengan siswa SMKN 2 Bandung setelah pertandingan persahabatan sepak bola.

"Diawali dari saling ejek medsos antar-kedua siswa sekolah tersebut. Aksi berlanjut pada Minggu, 27 Oktober 2018 dini hari sekitar pukul 03.90 WIB (Subuh) terjadi perusakan di sekolah SMKN 2 di Jalan Ciliwung, Bandung dan dilanjutkan sekitar pukul 21.15 WIB terjadi perusakan gerbang sekolah dan pos satpam SMAN 10 di Cikutra, Bandung," kata Trunoyudo melalui keterangannya, Selasa (29/10).

Truno mengatakan, polisi telah meminta keterangan saksi dari dua sekolah itu. Dia menuturkan, polisi dipastikan akan menangani perkara tersebut melalui prosedur hukum yang berlaku karena termasuk ke dalam ranah tindakan kriminal.

Apalagi, sambung Trunoyudo, sasaran aksi perusakan adalah sarana pendidikan yang digunakan oleh murid untuk menimba ilmu. Dia menegaskan, siapapun yang merusak sarana pendidikan dan mengancam dunia pendidikan mesti dilawan.

"Polda Jabar akan ungkap terhadap kasus kejadian tersebut secara proses hukum, perbuatan tersebut murni kriminal (tindak pidana)" ucap dia.

"Apalagi sasaran perusakan adalah tempat sekolah atau pendidikan di mana aset bangsa dalam hal ini anak murid sebagai penerus, siapapun pelakunya berniat proses pembodohan kepada anak bangsa dan harus menjadi lawan kita bersama," lanjut dia.

Lebih lanjut, Truno mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi yang kondusif di Bandung serta tidak terprovokasi oleh ujaran yang menyulut tindakan anarkistis di media sosial. Bagi guru dan orang tua, dia mengimbau agar mengawasi murid-muridnya dengan baik.

"Polda Jabar mengimbau kepada masing-masing pihak sekolah dan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemkot Bandung, Komite sekolah Kota Bandung serta stakeholder Forum Ormas Bandung Kondusif untuk menjaga dan memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif, tidak terpengaruh provokatif melalui medsos maupun interaksi nyata lainnya, masing-masing orangtua dan guru siswa atau murid lakukan pembinaan pengawasan kepada siswa atau murid," ujar dia.

kumparan post embed