Polda Metro: Ganjil Genap Berlanjut jika PPKM Level 4 Diperpanjang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap selama perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/8/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap selama perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/8/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Sistem ganjil genap telah diterapkan dalam penyekatan di 8 titik saat PPKM Level 4 di Jakarta yang akan berakhir hari ini, Senin (16/8). Aturan tersebut dibuat untuk pengendara roda empat seiring dilonggarkannya aturan PPKM Level 4 di Jawa-Bali.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo mengatakan, keputusan diperpanjang atau tidaknya sistem ganjil genap di 8 pos penyekatan mengikut keputusan pemerintah pusat apakah memperpanjang PPKM Level 4 atau tidak.

kumparan post embed

“Hari ini tanggal 16 adalah hari terakhir untuk yang perpanjangan PPKM level 4 tanggal 10 sampai 16 [Agustus]. Nanti kita lihat perkembangan seperti apa, keputusan pemerintah seperti apa. Kalau memang level 4, tentu gage [ganjil genap] akan diperpanjang, kita evaluasi,” kata Sambodo di Jakarta Pusat, Senin (16/8).

Sambodo menuturkan, selama sepekan penerapan ganjil genap di pos penyekatan, menunjukkan hasil positif. Masyarakat mulai sadar akan pentingnya PPKM Level 4.

Polisi mengatur lalu lintas saat penerapan Ganjil Genap di Bundaran Senayan, Jakarta, Kamis (12/8). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Evaluasi seminggu ini, kepatuhan masyarakat kepada ganjil genap saya mengucapkan terima kasih karena sedikit sekali ditemukan kendaraan yang tidak sesuai dengan tanggalnya melaksanakan mobilitas di delapan kawasan ganjil genap dan kalaupun ada yang melintas memang kita berikan dispensasi,” ujar Sambodo.

Infografik Ganjil Genap Berlaku Lagi. Foto: Tim Kreatif kumparan

Sambodo mengatakan, pihaknya sedang mengevaluasi apakah terjadi penurunan atau tidak jumlah kendaraan selama diterapkannya ganjil genap.

“Sedang kita hitung, tapi kalau memang kita mau menghitung persentasenya tentu kita tak bisa bandingkan pada saat penyekatan pertama,” tandasnya.

embed from external kumparan