Polda Metro Jamin Kasus Penembakan di Bintaro oleh Ipda OS Ditangani Profesional
ยทwaktu baca 2 menit

Penyidik Polda Metro Jaya terus mendalami kasus penembakan yang melibatkan anggota SatPJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Ipda OS. Polda Metro menjamin pengusutan kasus ini akan dilakukan secara profesional.
"Untuk kasus penembakan di exit tol Bintaro ini masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan daripada penyidik Polda Metro Jaya juga melibatkan Propam Polda Metro Jaya dibantu dengan Propam Mabes Polri. Karena ini menyangkut anggota Polri," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, di Mapolda Metro, Rabu (1/12).
Jadi dalam hal ini PMJ akan melakukan penegakan hukum secara profesional tentunya. Yang juga berkenaan bagi semua pihak.
--Kombes Zulpan
Zulpan mengatakan, penyidik masih bekerja dalam mengusut tuntas dan membuka rangkaian peristiwa yang terjadi hingga akhirnya Ipda OS menembak 2 orang yang mengaku wartawan, PP dan MA. Satu di antaranya meninggal setelah dirawat di RS Polri.
"Saat ini kita tinggal melihat perkembangan pemeriksaan, yang belum bisa saya sampaikan karena saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif," tutur dia.
"Motif dan sebagainya juga belum bisa disampaikan. Saya hanya bisa menyampaikan pembenaran dari kasus itu, benar korban meninggal dunia, pelaku penembakan juga sudah diamankan, barang buktinya juga sudah diamankan," imbuh dia.
Latar Belakang kasus
Pada 26 November 2021, ada laporan dari warga yang merasa dirinya terancam karena mobilnya terus diikuti oleh sejumlah mobil lain sejak dari Sentul. Warga itu belakangan diketahui berinisial O.
Ada yang menyebut O merupakan staf anggota DPRD DKI Jakarta, tapi polisi masih mendalami ini. O yang merasa terus dibuntuti melaporkan kekhawatiran itu ke rekannya, Ipda OS, melalui telepon.
Setelah mendapatkan laporan itu, Ipda OS lalu mencoba mengikuti mobil yang ternyata berisi MA dan PP.
Setibanya di exit tol Bintaro, Ipda OS menghentikan salah satu mobil yang diduga menguntit O. Sementara, dua mobil lainnya kabur.
Keributan terjadi antara OS, PP, dan MA. OS akhirnya mengeluarkan tembakan dan mengaku sebagai polisi. OS mengaku hendak ditabrak dua orang itu sehingga melepaskan tembakan ke PP dan MA.
PP dan MA lantas dibawa ke RS karena luka tembakan. Di rumah sakit PP meninggal dunia.
