Polisi: Ipda OS Sedang Berdinas Saat Penembakan di Exit Tol Bintaro Terjadi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers soal 5 anggota PP yang lakukan pemukulan terhadap AKBP Karosekali, Selasa (30/11). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers soal 5 anggota PP yang lakukan pemukulan terhadap AKBP Karosekali, Selasa (30/11). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Penyidik Polda Metro Jaya masih mendalami kasus penembakan di exit tol Bintaro, Jakarta Selatan, yang melibatkan Ipda OS yang merupakan anggota Sat PJR Polda Metro Metro Jaya.

Dalam insiden yang terjadi pada Jumat (26/11) pukul 19.00 WIB itu, Ipda OS menembak 2 korban berinisial MA dan PP yang mengaku sebagai wartawan. PP akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Polri.

Lalu belakangan muncul pertanyaan, apakah saat itu Ipda OS sedang berdinas resmi? Pasalnya, ada aturan yang memperbolehkan petugas mengambil tindakan tegas bila ada yang mengancam keselamatannya.

Terkait hal itu, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat membenarkannya. Ia mengatakan, Ipda OS tengah berdinas.

“Iya, berdinas,” kata Ade saat dikonfirmasi, Rabu (1/12).

Ilustrasi penembakan. Foto: Shutter Stock

Ade menyebut, kedua korban berusaha mencelakai Ipda OS. Bentuknya seperti ingin menabrak Ipda OS dengan mobilnya. Meski begitu, Ade belum mau berkomentar banyak.

“Hasil keterangannya sementara seperti itu,” ujar Ade saat ditanyai soal kedua korban ingin menabrak Ipda OS.

Latar Belakang kasus

Pada 26 November 2021, ada laporan dari warga yang merasa dirinya terancam karena mobilnya terus diikuti oleh sejumlah mobil lain sejak dari Sentul. Warga itu belakangan diketahui berinisial O.

Ada yang menyebut O merupakan staf anggota DPRD DKI Jakarta, tapi polisi masih mendalami ini. O yang merasa terus dibuntuti melaporkan kekhawatiran itu ke rekannya, Ipda OS, melalui telepon.

kumparan post embed

Setelah mendapatkan laporan itu, Ipda OS lalu mencoba mengikuti mobil yang ternyata berisi MA dan PP.

Setibanya di exit tol Bintaro, Ipda OS menghentikan salah satu mobil yang diduga menguntit O. Sementara, dua mobil lainnya kabur.

Keributan terjadi antara OS dan PP dan MA. OS akhirnya mengeluarkan tembakan dan mengaku sebagai polisi. OS mengaku hendak ditabrak dua orang itu sehingga melepaskan tembakan ke PP dan MA.

PP dan MA lantas dibawa ke RS karena luka tembakan. PP kemudian meninggal dunia.