Polda Metro soal Pertemuan LGBT Se-ASEAN di Jakarta: Belum Ada yang Ajukan Izin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi LGBT. Foto: ie27/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi LGBT. Foto: ie27/Shutterstock

Polda Metro Jaya buka suara terkait informasi acara pertemuan komunitas LGBT se-ASEAN yang kabarnya akan digelar pada 17-21 Juli di Jakarta. Pihaknya mengatakan, sampai saat ini belum ada pihak yang mengajukan izin atau pemberitahuan soal acara tersebut.

Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hirbak Wahyu Setiawan, mengatakan kepolisian belum bisa berkomentar banyak lantaran belum mendapatkan informasi apa pun soal hal tersebut.

Begitu pun ketika ditanya sikap polisi apabila acara tersebut memang akan dilaksanakan.

"Iya, sampai saat ini belum ada yang mengajukan izin dan enggak ada pemberitahuan juga," ujar Hirbak saat dikonfirmasi, Selasa (11/7).

Ilustrasi tolak LGBT. Foto: Shutterstock

Hirbak mengaku telah memeriksa hotel-hotel. Tak disebutkan hotel yang diperiksa, tetapi hasilnya adalah kepolisian belum mendapati informasi apa pun soal terkait acara itu.

"Iya, sedang kita cari tahu benar atau nggak. Kita cek di hotel juga nggak ada, semua acara di hotel juga nggak ada di tempat lain nggak ada. Mungkin wartawan lebih tahu di mana," kata Hirbak.

Sebelumnya beredar informasi akan ada kegiatan Queer Advocacy Week (AAW) yang diadakan oleh komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) se-ASEAN, pada tanggal 17-21 Juli 2023 di Jakarta.

Dari informasi yang viral, acara ini diorganisir oleh ASEAN Sogie Caucus bersama LSM di Indonesia.

Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API Jabar) melakukan aksi menolak legalitas LGBT di kawasan depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/12/2017). Foto: Fahrul Jayadiputra/Antara Foto

ASEAN Sogie Caucus di akun medsosnya mendeskripsikan diri sebagai sebuah organisasi yang mempromosikan perlindungan hak asasi manusia LGBTQIA, orang non-biner dan beragam gender di Asia Tenggara. Organisasi ini berbasis di Manila, Filipina.

"AAW diharapkan dapat menjadi salah satu alat bagi para aktivis LGBT di kawasan ini untuk menemukan regionalisme alternatifnya sendiri," begitu pengumuman ASEAN Sogie Caucus dalam unggahan di Instagram. Namun, unggahan saat ini sudah tak bisa dilihat.

Majelis Ulama Indonesia menolak penyelenggaraan acara tersebut. Mereka juga mendorong pemerintah tak memberi izin.