Polisi Akan Uji Forensik Terkait Penemuan Tengkorak Manusia di Serang, Banten

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tengkorak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tengkorak. Foto: Shutterstock

Polisi akan melakukan uji forensik terkait penemuan tengkorak manusia di sebuah kebun di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Penemuan tengkorak manusia itu terjadi pada Senin (1/11).

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengatakan, penemuan tengkorak manusia ini berawal dari seorang warga yang tengah membersihkan kebun mencium bau tak sedap.

"Awalnya sumber bau diduga bukan berasal dari jenazah tetapi ketika dihampiri oleh saudara UM bahwa benar yang ditemukan adalah sesosok jenazah yang sudah berbentuk seperti tengkorak," kata Shinto dalam keterangan tertulis, Selasa (2/11).

Polisi kemudian mengungkapkan ciri-ciri tengkorak manusia itu pada saat ditemukan ke publik dengan harapan ada yang mengenalnya.

"Dari ciri-ciri ini bisa dipastikan bahwa ada satu keluarga yang melihat keidentikan pakaian baju dan celana dari jenazah yang ditemukan, terutama celana yang digunakan mempunyai ciri-ciri menggunakan tali yang secara spesifik dikenali oleh keluarga ini," ujarnya.

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga (tengah). Foto: Dok. Istimewa

Menurut dia, tak berselang lama ada keluarga yang mendatangi Polres Serang dengan mengaku mengenali ciri-ciri jenazah yang sudah berbentuk tengkorak itu. Mereka, lanjut Shinto, merasa ciri tersebut mirip anggota keluarganya yang hilang sejak 11 Oktober 2021.

"Yang bersangkutan menyatakan anggota keluarganya ternyata memang tidak kembali ke rumah sejak 11 Oktober, berarti sudah ada 20 hari hilangnya jenazah ini dari wilayah Kecamatan Cadasari, Kabupaten pandeglang," ungkapnya.

kumparan post embed

Terkait hal ini, kata Shinto, perlu adanya upaya Scientific untuk memastikan tengkorak manusia itu identik dengan ciri-ciri yang dimaksud pihak keluarga tersebut.

"Penyidik Satreskrim Polres Serang mengupayakan uji forensik, mulai dari forensik tubuh, forensik kepala tengkorak, dan forensik gigi dengan melihat kontruksi gigi yang dibandingkan dengan foto yang dibawa oleh anggota keluarga, kemudian juga secara Scientific akan diuji DNA untuk memastikan benar atau tidak jenazah yang ditemukan di kebun identik dengan anggota keluarga yang hilang dan tidak kembali lagi oleh anggota keluarga yang datang ke Polres Serang," kata dia.

"Fokus yang pertama adalah mengetahui identitas jenazah, penyidik akan terus bekerja untuk mengetahui siapa korban ini, kemudian membangun komunikasi apa yang dia lakukan sehingga muncul motif-motif sebab yang bersangkutan meninggal dunia," tambahnya.