kumparan
News10 Januari 2020 11:44

Polisi Beri Sanksi Sosial ke Ojol yang Ngeprank Jadi Korban Penusukan

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi Penusukan
Ilustrasi Penusukan Foto: Andina Dwi Utari/kumparan
Polisi memberikan sanksi sosial kepada Farras Armanda (18), ojek online yang merekayasa jadi korban penusukan di kawasan Dago Resort pada Senin (6/1). Polisi dipastikan tidak akan mempidanakan Farras meski merekayasa kasus.
ADVERTISEMENT
"Kita berikan sanksi sosial, ya, karena dia (Farras) masih (dianggap) di bawah umur," ujar Kapolsek Cimenyan Kompol Sumi saat dihubungi, Jumat (10/1).
Sumi belum menjelaskan bentuk sanksi sosial seperti apa yang akan diberikan kepada Farras. Menurut Sumi, terungkapnya Farras merekayasa menjadi korban penusukan setelah polisi melakukan serangkaian pemeriksaan dan rekonstruksi.
"Itu sudah dari hasil pemeriksaan saya dulu. Setelah itu, baru saya lakukan rekonstruksi. Pada saat itu, dia mengakui (rekayasa), baru saya BAP ulang lagi," ujar Sumi.
Padahal, mengacu Pasal 220 KUHP, Farras bisa dipenjara 1 tahun empat bulan.
Pasal 220 KUHP berbunyi: “Barang siapa memberitahukan atau mengadukan bahwa telah dilakukan suatu perbuatan pidana, padahal mengetahui bahwa itu tidak dilakukan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.”
ADVERTISEMENT
Farras sebelumnya mengaku ditusuk orang tak dikenal di kawasan Dago Resort. Dia ditusuk di bagian perutnya. Polisi kemudian menelusuri hal itu.
Setelah ditelusuri, polisi menemukan kejanggalan. Luka di perut Farras hanya berbentuk goresan. Dari situ, polisi menduga Farras hendak ngeprank dan merekayasa penusukan itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan