Polisi Tangkap Penyerang Pemotor di Jagakarsa

Video penyerangan geng motor ke pemotor di Jagakarsa Jakarta Selatan sempat menjadi viral beberapa waktu lalu. Dalam video tersebut terlihat ada sekelompok orang yang menyerang pemotor hingga terjatuh. Bahkan pemotor itu terlihat terpincang saat bangun dari motornya.
Meski kemudian diketahui peristiwa ini sudah terjadi beberapa bulan lalu, namun polisi tetap melakukan pengusutan. Hasilnya, polisi menemukan korban di dalam video tersebut. Korban yang merupakan pemotor di dalam video tersebut terluka di bagian paha karena dibacok.
[Baca: Video Pemotor Diserang Geng Motor di Jagakarsa Terjadi 2-3 Bulan Lalu]
Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Dua di antaranya kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
"Satreskrim amankan tujuh orang diduga pelaku, saat ini dua orang sudah ditetapkan tersangka. Semua masih anak-anak umur 14-16. Hasil keterangan yang bersangkutan tersangka atau pelaku utama yang membawa celurit dan stik golf," kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Iwan Kurniawan, di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (31/5).

[Baca: Jalan Raya Lenteng Agung yang Kerap Jadi Sasaran Geng Motor]
Iwan menyebut dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku mengaku bukan segerombolan geng motor seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial akhir-akhir ini. "Kalau di media sosial mereka geng motor namun dari keterangan yang ada, mereka hanya warga lingkungan sekitar, mereka bukan tergabung geng motor," ujar Iwan.
[Baca: Menyusuri Lokasi Penemuan Polisi Korban Penusukan di Tanjung Barat]
Alasan para pelaku melakukan tindakan kekerasan terhadap pengguna jalan ialah karena mereka mewaspadai geng motor yang melewati daerah Lenteng Agung tersebut. Selain itu, pelaku juga merasa tertantang dengan aksi geng motor yang suka memberikan tantangan di dunia maya.
"Sebenarnya sasaran dia geng motor, geng motor yang melintas di Jagakarsa dan geng motor ada di wilayah luar Jakarta Selatan. Kenapa mereka melakukan tindakan tersebut? karena geng motor itu suka buat onar di wilayah Lenteng Agung," ucap Iwan.
[Baca: Menyelami Alasan para Remaja Bergabung dengan Geng Motor]
Iwan pun menghimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati dan juga tidak gegabah dalam menindak pelaku kejahatan.
"Jadi saya himbau kepada masyarakat, kalau merasa mendapat masalah jangan ambil tindakan sendiri silakan lapor ke aparat polisi, kami jajaran kepolisian akan merespon cepat, kalau itu menjadi bagian dari tindak pidana kita akan tindak tegas," kata dia.
