Polisi: Tersangka Nissa Usulkan Mayat Iin Agar Ditaruh Dalam Lemari

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelaku pembunuh pemandu karaoke di Mampang tiba di Mapolres Metro Jakarta Selatan (Foto: Raga/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pelaku pembunuh pemandu karaoke di Mampang tiba di Mapolres Metro Jakarta Selatan (Foto: Raga/kumparan)

Pembunuh pemandu karaoke Ciktuti Iin Puspita, yakni Yustian dan Nissa Regina telah selesai menjalani rekonstruksi pembunuhan di indekos korban di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar menjelaskan, Yustian memukul Iin dengan palu hingga tewas. Sementara kekasihnya, Nissa, hanya menyarankan agar mayat Iin ditaruh di dalam lemari di kamar kosannya.

“(Pelaku) perempuan tidak melakukan apa-apa, tapi justru ada saran dari yang bersangkutan untuk menyimpan mayat itu dalam lemari,” ucap Indra di lokasi, Jumat (23/11).

Kedua pelaku menjalani proses rekonstruksi pembunuhan Iin dengan memperagakan 13 adegan. Yustian dan Nissa merasa kesal karena Iin hanya memberikan uang tip dari pelanggan hanya Rp 500 ribu dari Rp 1,8 juta yang diberikan.

Proses Rekonstruksi kasus pembunuhan Ciktuti Iin Puspita. (Foto: Dok. Polres Jaksel)
zoom-in-whitePerbesar
Proses Rekonstruksi kasus pembunuhan Ciktuti Iin Puspita. (Foto: Dok. Polres Jaksel)

Kekesalan keduanya berujung pembunuhan Iin dengan memukul korban menggunakan palu lalu lehernya dijerat dengan sebuah tali. Setelah dipastikan meninggal dunia, mayat Iin dimasukkan ke dalam lemari dengan dibantu Nissa.

Iin diketahui sempat menghilang 2-3 hari sebelum ditemukan oleh penjaga kos pada Selasa (20/11).