Polri Bakal Tindak Tegas Ormas yang Sweeping saat Natal

kumparanNEWSverified-green

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Bagian Penum Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra. Foto: Ricky Febian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bagian Penum Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra. Foto: Ricky Febian/kumparan

Isu penolakan atribut Natal beserta sweeping selalu mencuat jelang perayaan Natal. Polri pun menjamin bakal menindak siapa pun yang akan melakukan sweeping terhadap sasaran tersebut. Hal ini demi keamanan dan kenyamanan perayaan Natal 2019.

"Dugaan aksi sweeping kita sudah ingatkan ormas agar tak lakukan itu. Apabila tak diindahkan maka ditindak tegas kelompok masyarakat itu," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (18/12).

Selain penindakan tegas, Polri juga telah meluncurkan langkah preventif menghadapi ancaman-ancaman sweeping hingga terorisme. Mereka menamakan langkah tersebut dalam satgas Aman Nusa II.

Ornamen Natal yang dijual di Pasar Asemka, Tambora, Jakarta Barat. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Polri menjaga stabilitas keamanan pertama upaya preventif kepada jaringan terorisme. Tidak berhenti jadinya," kata Asep.

Khusus Jakarta, Asep menyebut ada 2.500 personel yang tergabung dalam satgas Aman Nusa II ini.

"2.500 personel di Jakarta dan seluruh wilayah sudah ada jalan operasi Aman Nusa II ini," kata Asep.

Selain itu, polisi juga membentuk satgas yang menjaga stabilitas harga pangan, ketersediaan BBM dan menghadapi bencana alam. Secara total ada sejumlah 121.385 aparat gabungan sudah disebar di penjuru Indonesia untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru.