Polri Hentikan Kasus Pengawal Habib Rizieq yang Serang Polisi

4 Maret 2021 13:56
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kadivhumas Polri Irjen Pol Argo Yuwono (tengah) memberikan keterangan pers terkait kasus teroris Jamaah Islamiyah (JI), di kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/12). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kadivhumas Polri Irjen Pol Argo Yuwono (tengah) memberikan keterangan pers terkait kasus teroris Jamaah Islamiyah (JI), di kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/12). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Penetapan tersangka terhadap 6 pengawal Habib Rizieq yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di KM 50, Jalan Tol Jakarta-Cikampek menuai pro dan kontra. Belakangan kasus tersebut dihentikan.
ADVERTISEMENT
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, penghentian kasus tersebut sesuai dengan Pasal 109 KUHP karena tersangka sudah meninggal dunia.
"Kasus penyerangan di Tol Jakarta-Cikampek dihentikan,” kata Argo lewat keterangannya, Kamis (4/3).
Polisi membuka kain penutup mobil yang digunakan dalam kasus penembakan anggota FPI sebelum diperiksa Komnas HAM di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/12). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Polisi membuka kain penutup mobil yang digunakan dalam kasus penembakan anggota FPI sebelum diperiksa Komnas HAM di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/12). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Argo menuturkan, dengan dihentikannya kasus tersebut secara otomatis status tersangka yang melekat pada 6 pengawal Rizieq akan gugur.

“Dengan begitu, penyidikan serta status tersangka sudah gugur," ujar Argo.
Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, penetapan tersangka 6 pengawal Rizieq merupakan bentuk pertanggungjawaban hukum karena telah menyerang polisi. Hal itulah yang menjadi dasar penetapan hukum sebagai tersangka.
“Ya, kan untuk pertanggungjawaban hukumnya kan harus ada. Artinya bahwa proses terhadap perbuatan awal kejadian itu tetap kita proses,” kata Agus di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (4/3).
ADVERTISEMENT
Meski begitu, kasus bisa saja dihentikan karena para tersangka sudah meninggal.
"Nanti kita SP3 karena tersangka meninggal dunia,” ujar Agus.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020