Populer: Irjen Teddy Bantah Bukan Pengedar; Stadion Kanjuruhan Akan Diruntuhkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Irjen Pol. Teddy Minahasa Putra. Foto: ANTARA/HO-Polda Sumbar
zoom-in-whitePerbesar
Irjen Pol. Teddy Minahasa Putra. Foto: ANTARA/HO-Polda Sumbar

Sejumlah peristiwa penting dan menarik menjadi berita populer pada Selasa (18/10). Mulai dari Irjen Teddy Minahasa bersumpah bukan pengedar narkoba hingga Stadion Kanjuruhan akan diruntuhkan.

Bagi Anda yang tak sempat mengikuti perkembangan berita terkini di hari kemarin, kumparan merangkum lima berita populer berikut. Apa saja?

Irjen Teddy Bersumpah Bukan Pengedar Narkoba

Irjen Pol Teddy Minahasa Putra saat menjabat Kapolda Sumbar memimpin pemusnahan barang bukti sabu seberat 41,4 KG. Foto: Irwanda/STR/kumparan

Pengacara Irjen Teddy Minahasa, Henry Yosodiningrat, menyatakan kliennya mengaku bukanlah pengedar narkoba. Teddy bahkan berani bersumpah atas hal itu.

"Saya ketemu, saya ngobrol, Irjen Teddy Minahasa mengatakan bahwa saya bukan pengguna. Saya tidak pernah menggunakan narkoba dan dia bersumpah demi Allah," kata Henry kepada wartawan di PN Jaksel, Selasa (18/10).

Henry mengaku telah mengenal Teddy sejak lama. Pendiri Gerakan Nasional Anti Narkotika alias Granat ini menegaskan Teddy merupakan orang yang taat beribadah dan tidak mungkin berani bersumpah sembarangan.

embed from external kumparan

Stadion Kanjuruhan Akan Diruntuhkan

Foto udara Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (13/10/2022). Foto: Kementerian PUPR

Presiden Joko Widodo memastikan bahwa Stadion Kanjuruhan yang berada di Kab. Malang akan diruntuhkan. Rencananya, markas Arema FC itu akan dibangun kembali sesuai standar FIFA.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menjamu kedatangan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Istana Merdeka, Selasa (18/10).

''Tadi saya juga menyampaikan dan FIFA mengapresiasi untuk Stadion Kanjuruhan di Malang akan diruntuhkan. Dan, kami akan membangun lagi sesuai standar FIFA,'' kata Jokowi di Istana Merdeka, Selasa (18/10).

embed from external kumparan

Lesti Kejora Kembali Ramai Dihujat

Lesti Kejora bersama ayahnya Endang Mulyana saat mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (13/10/2022). Foto: Agus Apriyanto

Lesti Kejora masih terus menjadi sorotan usai melaporkan Rizky Billar terkait KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) dan kemudian justru mencabut laporan saat sang suami telah ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan.

Kini, ibu satu anak itu kembali menuai hujatan dari netizen. Sebab, ia diduga mengubah caption foto yang diunggah ke akun Instagram miliknya.

Netizen berspekulasi bahwa pedangdut berusia 23 tahun itu mengedit caption pada foto yang menampilkan kemesraan dirinya bersama suami tersebut usai mencabut laporan terkait KDRT.

embed from external kumparan

Dede Yusuf: Jokowi Bisa Ganti Iwan Bule

Anggota DPR RI Dede Yusuf dalam talkshow "Endorse Komsetik Aman atau Menuai Bencana" di Jakarta, Rabu (25/9/2019). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk Presiden Jokowi untuk mengusut tragedi di Kanjuruhan telah melaporkan temuannya.

Di antara temuannya, PSSI harus bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan 133 nyawa tersebut. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, mendorong agar Presiden Jokowi segera mengambil langkah, termasuk dalam meminta Iwan Bule mundur dari jabatannya.

“Jadi bagi saya di DPR ya ini harus dilaksanakan, jangan sampai temuan TGIPF ini hanya berupa paper works saja yang kemudian tidak ada lanjutannya," ungkap Dede Yusuf, dikutip dari situs DPR, Selasa (18/10).

embed from external kumparan

Kata IDAI soal Paracetamol Cair Anak

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengirim bantuan ke korban gempa di Pasaman Barat. Foto: Dok IDAI

Akhir-akhir ini, penyakit gangguan ginjal akut (Acute Kidney Injury/AKI) pada anak terus menjadi sorotan karena penyebabnya yang masih misterius. Apalagi, merebaknya gangguan ginjal ini terjadi bersamaan dengan meninggalnya 70 anak di Gambia yang diakibatkan penggunaan sirup obat batuk buatan India.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyatakan sirup obat mengandung parasetamol buatan Maiden Pharmaceuticals Limited itu mengandung terkontaminasi Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol (EG). Obat-obatan yang menjadi penyebab kematian anak di Gambia ini sudah dipastikan tidak beredar di Indonesia.

Namun, sebagai bentuk kewaspadaan, Ketua Umum PP IDAI Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) merekomendasikan untuk sebaiknya menghindari dulu penggunaan parasetamol berbentuk cair.

"Belajar dari kasus Gambia itu ada karena Etilen Glikol, untuk kewaspadaan dini, kemarin rapat dengan Pak Menkes kita harapkan kita hindari dulu penggunaan parasetamol sirup, sambil cari buktinya di Indonesia ada atau tidak [obat] seperti itu. Kewaspadaan dini dimulai," jelas Dr. Piprim dalam sesi diskusi di Instagram live bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Selasa (18/10).

embed from external kumparan