Populer: Penumpang KAI Siram Petugas; Klarifikasi Atta Soal Kasus Robot Trading

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Youtuber Atta Halilintar memenuhi panggilan sebagai saksi terkait kasus trading Quotex tersangka Doni Salmanan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, (17/3/2022). Foto: Agus Apriyanto
zoom-in-whitePerbesar
Youtuber Atta Halilintar memenuhi panggilan sebagai saksi terkait kasus trading Quotex tersangka Doni Salmanan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, (17/3/2022). Foto: Agus Apriyanto

Sejumlah peristiwa penting dan menarik menjadi berita populer pada Kamis (27/10). Mulai dari penumpang KAI ngamuk dan siram petugas hingga klarifikasi Atta soal kasus robot trading Net89.

Bagi Anda yang tak sempat mengikuti perkembangan berita terkini di hari kemarin, kumparan merangkum lima berita populer berikut. Apa saja?

Ditegur Karena Belum Booster, Penumpang Ngamuk dan Siram Petugas KAI

KAI hadirkan livery khusus untuk memperingati HUT ke-77 RI. Foto: Dok. KAI

Calon penumpang Kereta Api Argo Parahyangan tujuan Bandung, Jawa Barat mengamuk usai dilarang petugas untuk berangkat di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (24/10). Pasalnya, ia belum melengkapi vaksinasi COVID-19.

Penumpang yang tidak diketahui identitasnya ini menyiram petugas loket dengan satu porsi oden yang dibelinya di sebuah minimarket.

“Saat melalui proses pemeriksaan berdasarkan sistem terdata bahwa yang bersangkutan belum melakukan vaksin ketiga atau booster dan tidak dapat menunjukkan berkas lain seperti surat keterangan dari rumah sakit pemerintah, jika memang tidak dapat divaksin karena alasan medis,” kata Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, dalam keterangan tertulis, Kamis (27/10).

Setelah melarang pelaku penyiraman untuk melanjutkan perjalanan, petugas pun mengarahkan pelaku untuk melakukan pembatalan tiket. Saat sedang melakukan pembatalan tiket itulah insiden penyiraman terjadi.

“Secara tiba-tiba calon penumpang tersebut dengan sengaja menyiram petugas dengan makanan berkuah. Setelah melakukan perbuatan tersebut penumpang langsung pergi,” lanjut Eva.

embed from external kumparan

BPOM soal 2 Industri Farmasi Dipidana karena Etilen: Ada Kesengajaan

Kepala BPOM Penny Lukito (kanan), saat konferensi pers tinjau pangan hasil pengawasan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

BPOM sebut ada unsur pidana buntut dari kasus gagal ginjal akut yang sudah menewaskan 159 anak. Kini, BPOM sedang menindaklanjuti dengan membentuk satgas.

Kepala BPOM Penny Lukito menyebut ada kecurigaan terhadap produsen obat yang menggunakan bahan baku tidak sesuai dengan pedoman cara pembuatan obat yang baik (CPOB).

Kecurigaannya tersebut adalah EG dan DEG bukan karena cemaran bahan pelarut PG/PEG tapi karena EG dan DEG digunakan sebagai bahan baku.

“Kami lanjutkan ke proses hukum. Karena didapati konsentrasi tercemar dalam produknya sangat-sangat tinggi. Dan bahan baku. Bukan hanya produk, tapi bahan bakunya sangat-sangat tinggi. Kecurigaan kita di bahan bakunya sangat tinggi. Jauh lebih tinggi di bahan baku,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BPOM RI, Jakarta pada Kamis (27/10).

Namun Penny belum mau membuka siapa 2 industri farmasi tersebut. Sebab, saat ini masih terus ditelusuri bagian penindakan BPOM dan Bareskrim Polri.

embed from external kumparan

Para Mantan Kapolri Temui Jenderal Sigit, Bahas Apa?

Sejumlah Purnawirawan Kapolri datangi Mabes Polri, Kamis (27/10/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sejumlah mantan Kapolri mendatangi Mabes Polri, Jakarta pada Kamis (27/10). Kedatangan mereka untuk menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan para pejabat utama Mabes Polri.

Pantauan kumparan, terlihat ada sejumlah mantan Kapolri. Mulai dari, Jenderal Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri, Jenderal Pol (Purn) Roesmanhadi, dan Jenderal Pol (Purn) Chaerudin Ismail.

Kemudian, Jenderal Pol (Purn) Tan Sri Dai Bachtiar, Jenderal Pol (Purn) Soetanto, Jenderal Pol (Purn) Timur Pradopo dan Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti. Serta terlihat pula sejumlah purnawirawan jenderal polisi lainnya.

Kapolri ke-17, Da'i Bachtiar mengungkapkan, pertemuan kali ini dilakukan lantaran rekan-rekannya kini merasa terpanggil dengan situasi yang tengah dihadapi institusi Polri.

"Jadi saudara sekalian kami para purnawirawan Polri ini terpanggil tentu dengan situasi yang kita sama-sama prihatin, adanya peristiwa dan memang pertemuan antara purnawirawan Polri yang katakanlah senior-senior mereka yang sedang menjabat, itu adalah hal yang biasa rutin," ungkap Bachtiar di Mabes Polri.

embed from external kumparan

Heboh Babi Masuk Kantor DLH DKI

Seekor babi ditemukan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Cililitan, Jakarta Timur. Foto: Dok. Istimewa

Seekor babi nyelonong masuk ke kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (20/10) sekitar pukul 07.00 WIB. Sontak peristiwa ini membuat heboh para pegawai pagi itu.

Humas Dinas LH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, mengaku sempat berusaha untuk mengamankan babi yang tengah panik tersebut.

“Pekan lalu ada babi pagi-pagi masuk kantor DLH. Saya ngejar-ngejar babi deh. Rumor trackingnya aneh-aneh, babi ngepet lah,” kata Yogi saat dikonfirmasi, Kamis (27/10).

Petugas pun beramai-ramai berusaha membantu Yogi menangkap babi. Dari video yang dibagikan Yogi, beberapa pegawai dinas terlihat berdiri di kursi untuk menghindari babi tersebut.

embed from external kumparan

Klarifikasi Atta Halilintar Usai Namanya Terseret Kasus Robot Trading Net89

Atta Halilintar dalam peluncuran parfum D'GOES di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/9). Foto: Giovanni/kumparan

Nama Atta Halilintar ikut terseret saat bos Robot Trading Net89 dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Rabu (26/10). Suami Aurel Hermansyah itu dituding terlibat penipuan investasi ilegal ini dan diduga menerima hasil kejahatan dari robot trading Net89.

Bapak satu anak ini dituding menerima hasil kejahatan dari lelang bandana. Kala itu, bandananya dibeli oleh founder Net89, Reza Atap, seharga Rp 2,2 miliar.

Melalui unggahan IG Story, Atta lantas memberikan klarifikasi terkait masalah tersebut. Atta mengungkapkan bahwa hasil penjualan bandana tersebut digunakan sebagai aksi sosial.

"Lelang barang bersejarah saya yang paling pertama (headband). Tujuan dana hasil lelang itu akan digunakan untuk membantu pembangunan tempat penghafal Al-quran dan juga membantu pembangunan masjid," ungkap Atta Halilintar, dikutip dari unggahan IG Story miliknya, Kamis (27/10).

Atta menjelaskan bahwa saat itu dirinya tak punya kepentingan untuk menanyakan sumber uang dari pihak yang menawar bandananya. Apalagi lelang tersebut bersifat terbuka.

"Banyak yang mengikuti lelang itu dan akhirnya ditutup dengan tanggal dan jam yang sudah ditentukan," tuturnya.

Lebih lanjut, Atta menegaskan bahwa dirinya tak pernah mengikuti kegiatan investasi robot trading tersebut.

embed from external kumparan