Positivity Rate Jakarta Kini 4,8 Persen, Lebih Rendah dari Standar WHO

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi lalu lintas di Jakarta - Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lalu lintas di Jakarta - Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta terus menggencarkan tes PCR guna mencegah terpaparnya warga akibat virus corona. Angka tes PCR harian di Jakarta juga konsisten tinggi membuat positivity rate Jakarta terus turun.

Adapun standar tes WHO yakni 1.000 orang di tes PCR per 1 juta penduduk setiap minggu (bukan spesimen). Artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

Dikutip dari situs corona resmi DKI corona.jakarta.go.id, saat ini positivity rate pekanan di Jakarta sudah turun yang mencapai 4,8 persen dari 7.657 orang yang dites PCR pada hari Senin (30/8).

embed from external kumparan

Angka tersebut terus turun dalam sepekan terakhir yang sebelumnya pada Selasa (24/8) positivity rate pekanan di Jakarta mencapai 6,8 persen.

Melihat hal tersebut, menurut standar dari WHO agar sebuah daerah dinyatakan cukup aman dari penularan corona, yakni positivity rate maksimal 5%. Sedangkan saat ini positivity rate pekanan di Jakarta sudah turun mencapai 4,8 persen.

Dalam seminggu terakhir, memang angka positivity rate harian di Jakarta terus konsisten di bawah 6,5 persen. Untuk itu diharapkan masyarakat di Jakarta tetap menjalankan protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas.

Berikut data positivity rate pekanan per tanggal 24-30 Agustus 2021;

24 Agustus: 6,8%

25 Agustus: 6,4%

26 Agustus: 6,2%

27 Agustus: 5,7%

28 Agustus: 5,3%

29 Agustus: 5%

30 Agustus: 4,8%

embed from external kumparan