Pria di AS Bunuh Pasangan Lalu Bunuh Diri karena Takut Tertular COVID-19

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi pembunuhan. Foto: Maulana Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Seorang pria berusia 54 tahun di Illinois, Amerika Serikat, menembak pasangannya sebelum bunuh diri karena mengira mereka terinfeksi corona virus.

Mereka adalah Patrick Jesernik (54) dan Cheryl Schriefer (59), keduanya ditemukan tewas pada hari Kamis (2/4).

Dilansir dari buzzfeednews, menurut pihak berwenang, hasil autopsi keduanya dinyatakan negatif COVID-19.

Kantor Sheriff Will Country, dalam pernyataan tertulis mengungkapkan bahwa petugas mendatangi rumah pasangan itu pada hari kamis (2/4) sekitar pukul 8 malam waktu setempat, setelah menerima laporan dari keluarga Jesernik yang mengatakan tidak ada kabar dari Patrick.

Polisi menemukan pasangan itu dalam keadaan tewas dengan luka tembak, dan ditemukan senjata api jenis Revolver di dekat tubuh Patrick.

"Keluarga tiba di tempat kejadian dan menyatakan bahwa Patrick takut dirinya dan Cheryl terjangkit virus COVID-19, dan bahwa Cheryl melakukan tes dua hari yang lalu, dilaporkan juga bahwa Cheryl kesulitan bernapas, keluarga menyatakan bahwa setahu mereka, dia (Cheryl) belum menerima hasil tes," kata kantor sheriff dalam pernyataan tertulis, Senin (6/4).

Dalam laporan hasil autopsi hari Jumat (3/4), dikonfirmasi bahwa kematian Cheryl adalah pembunuhan, dan kematian Patrick adalah bunuh diri, mereka berdua negatif COVID-19.

Pihak berwenang memperingatkan bahaya kekerasan dalam rumah tangga, dan mencatat banyak pengadilan terus memproses perintah perlindungan bagi para korban.

"Selama pandemi COVID-19 saat ini, sebagian besar panggilan layanan yang ditanggapi oleh para Deputi, melibatkan perselisihan domestik dan panggilan intervensi krisis," kata kantor sheriff.

kumparan post embed

*******

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!