Pro-Kontra Kartu Jakarta Jomblo, Kamu yang Mana?

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Single. (Foto: Dok. Double-takee)
zoom-in-whitePerbesar
Single. (Foto: Dok. Double-takee)

Kartu jomblo dan pojok taaruf.

Dua kalimat yang jadi tren di media sosial. Program yang disebut-sebut akan dirilis gubernur Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ini langsung membuat warga media sosial mengerutkan kening. Mereka gatal ingin memberikan beragam komentar soal dua program tersebut.

Banyak dari netizen mempertanyakan fungsi dan manfaat dari kartu jomblo.

Baca juga:

Apa Sih Kartu Jakarta Jomblo?

Sandiaga Berharap Para Jomblo di Jakarta Segera Dapat Jodoh

X post embed

Ada juga yang tidak mengira, usulan kartu jomblo ini benar-benar direalisasikan. Seolah tak ada isu lain yang lebih penting dan harus jadi prioritas.

Baca juga: Membandingkan Program untuk Jomblo dari Ridwan Kamil dan Anies-Sandi

X post embed

X post embed

Kartu jomblo sendiri katanya akan membantu jomblowan jomblowati ibu kota untuk bisa mendapat pasangan. Namun, netizen kemudian mempertanyakan, definisi 'jomblo' ini untuk siapa.

X post embed

Mereka yang miris melontarkan pendapat bahwa para jomblo tidak butuh kartu jomblo. Tapi butuh kartu keluarga supaya nggak jomblo lagi.

X post embed

Selain kartu jomblo, Anies dan Sandi juga berencana membuat pojok taaruf. Fasilitas yang diberikan kepada para jomblo untuk kopdar dan saling mengenal. Sayang, fasilitas ini malah direncanakan untuk dibuat di RPTRA (ruang publik terpadu ramah anak).

Ini yang dikritik netizen, karena sebuah lingkungan ramah anak malah menjadi tidak ramah anak karena ditambahi tempat untuk para jomblowati dan jomblowan mencari pasangan.

X post embed

Miris memang.

X post embed

Meski banyak yang kontra, ada juga yang siap sedia menerima kartu jomblo.

facebook embed

X post embed

Jadi, para jomblo ibu kota, bersiaplah!

X post embed

video youtube embed