News
·
13 Oktober 2020 13:29

Profil Syahganda Nainggolan, Petinggi KAMI yang Diciduk Bareskrim

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Profil Syahganda Nainggolan, Petinggi KAMI yang Diciduk Bareskrim (396666)
Syahganda Nainggolan, kader PAN. Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan
Bareskrim Polri menangkap petinggi KAMI, Syahganda Nainggolan. Pria ini diamankan karena diduga karena menyebarkan hoaks dan kebencian.
ADVERTISEMENT
Menilik rekam jejak Syahganda, sebenarnya Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) tersebut bukanlah orang baru dalam politik Indonesia.
Sejak menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan aktivis di era 80-an, Syahganda Nainggolan dikenal cukup vokal menentang kebijakan pemerintah.
Akibat tindakannya menentang pemerintah, hal tersebut berdampak pada perkuliahannya. Ia juga pernah dipenjara selama 10 bulan oleh rezim orde baru yang menyebabkan dia di DO dari ITB.
Namun setelah keluar dari penjara, ia kembali melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ilmu Sosial dan politik Universitas Indonesia (UI).
Di masa pemerintahan BJ Habibie, Syahganda dikenal cukup dekat dengan Adi Sasono, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
ADVERTISEMENT
Kedekatan ini pula yang membuat kariernya di politik cukup moncer. Ia membentuk ormas Daulat Rakyat hingga menjadi Partai Daulat Rakyat pada Pemilu 1999.
Setelah masa pemerintahan BJ Habibie, Syahganda kembali mencoba keberuntungannya di dunia politik dengan membentuk parpol baru bernama Partai Merdeka bersama Adi Sasono.
Partai ini ikut dalam Pemilu 2004, dan Syahganda maju sebagai caleg dari dapil Tangerang. Dia juga sempat membentuk ormas PPMI, namun sayang langkahnya terhenti.
Gagal melaju ke Senayan, tak membuat Syahganda berhenti. Ia kembali membentuk Gaspermindo dengan menghidupkan kembali parpol zaman dulu, Partai Serikat Islam bersama Ferry Juliantono.
Namun lagi-lagi parpol ini tak mampu bersaing dengan parpol lainnya di pemilu.
Profil Syahganda Nainggolan, Petinggi KAMI yang Diciduk Bareskrim (396667)
Syahganda Nainggolan, kader PAN. Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan
Di era pemerintahan SBY, Syahganda memutuskan bergabung dengan PPP. Di masa ini, ia sempat merasakan duduk sebagai dewan komisaris di Pelindo II.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, ia masih memiliki keinginan untuk menjadi caleg dan kembali mencalonkan diri, maju bersama Partai Golkar. Selama pemerintahan SBY ini pula, ia mendirikan Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC).
Isu miring juga sempat menerpa Syahganda. Dia dikaitkan dengan akun twitter kontroversial @Triomacan2000, yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah dan sejumlah isu kontroversial lainnya. Namun ia berkali-kali membantah tudingan tersebut.
Profil Syahganda Nainggolan, Petinggi KAMI yang Diciduk Bareskrim (396668)
Syahganda Nainggolan, kader PAN. Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan
“Tuduhan yang meletakkan saya dalam barisan akun anonim itu merupakan isapan jempol belaka, dan seandainya masih ada pihak yang terus mengaitkan, berarti mereka sedang mengigau di siang bolong,” ucapnya saat itu.
Belakangan ia muncul lagi bersama KAMI, dan aktif di organisasi ini. Dia juga sempat menyerukan penolakan Omnibus Law.
Hingga akhirnya dibekuk polisi karena diduga menyebarkan ujaran kebencian.
ADVERTISEMENT