PSBB di Garut Tak Diperpanjang, Objek Wisata di Gunung Papandayan Kembali Dibuka

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan kembali dibuka. Foto:  BKSDA Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan kembali dibuka. Foto: BKSDA Jabar

Sejumlah objek wisata di Kabupaten Garut kembali dibuka seiring tidak diperpanjangnya PSBB, salah satunya taman wisata alam (TWA) Gunung Papandayan. Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat meminta agar pengelola menerapkan protokol kesehatan.

Kasi BKSDA Konservasi Wilayah V Garut, Dodi Arisandi, menyebut pembukaan TWA Gunung Papandayan dilakukan sebagai uji coba penerapan new normal.

"Kami tadi mengecek ticketing, petugasnya, dan sarana yang ada, termasuk warung-warung agar menyediakan tempat cuci tangan," sebut Dodi dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6).

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan kembali dibuka. Foto: BKSDA Jabar

Dodi mengungkapkan di kawasan TWA Gunung Papandayan seluruh tempat duduknya harus jaga jaraknya. Hal itu dilakukan mengingat TWA Gunung Papandayan sebagai salah satu objek wisata alam favorit di Garut, sehingga bisa diserbu banyak wisatawan usai tutup dua bulan.

Meski sudah mulai dibuka, kata Doni, belum banyak wisatawan yang datang. Dodi mengatakan, dari hasil pemantauan yang dilakukan, TWA Gunung Papandayan dianggap sudah menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau mereka tak siap (dengan protokol kesehatan) ditunda pembukaannya. Kalau sudah siap, akan dilanjutkan untuk pembukaan. Mudah-mudahan tetap dipertahankan. Kebutuhan wisata terpenuhi dengan protokol kesehatan. Ekonomi dan wisata akan kembali normal," kata Doni.

embed from external kumparan

Salah satu pengunjung TWA Gunung Papandayan, Firman (32), mengaku awalnya tidak mengetahui objek wisata tersebut sudah dibuka kembali. Ia bersama teman-temannya hanya iseng pergi ke TWA Gunung Papandayan.

"Saya sama temen-temen iseng aja ke sini. Pas sampai ternyata sudah dibuka. Tadi pas masuk, mobil sempat disemprot disinfektan dan pengunjung wajib menggunakan masker," kata Firman.

Penerapan protokol kesehatan di tempat wisata, menurut Firman, adalah sesuatu hal yang sangat wajar di masa pandemi virus corona. Ia sendiri berharap agar seluruh tempat wisata bisa kembali dibuka, namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Liburan sekarang menjadi salah satu kebutuhan. Selama pandemi kemarin banyak orang yang diam di rumah saja dan kurang piknik. Kalau tempat wisata dibuka lagi, kita kan bisa liburan lagi, ga jenuh lagi," ungkapnya.

kumparan post embed

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

embed from external kumparan