PT Jakpro Akan Siapkan Desain Baru Revitalisasi TIM Tanpa Hotel

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Desain baru Taman Ismail Marzuki. Foto: Youtube/@PEMPROV DKI JAKARTA
zoom-in-whitePerbesar
Desain baru Taman Ismail Marzuki. Foto: Youtube/@PEMPROV DKI JAKARTA

Komisi B DPRD mengadakan rapat bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk menindaklanjuti pemangkasan Penyerataan Modal Daerah (PMD) sebesar Rp 400 miliar. Rp 200 M di antaranya dipangkas lantaran DPRD menolak adanya pembangunan hotel dalam revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

Dalam rapat itu, Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Darwoto, mengatakan, pihaknya akan menyiapkan desain terbaru untuk revitalisasi TIM tanpa hotel. Ia ingin agar proses pembahasan dapat dilengkapi dengan desain yang jelas.

"Mohon izin saya akan selesaikan revisi desain termasuk revisi susbtainnya dan budgetnya karena berubah daripada kita mengawang-ngawang. Nanti mungkin sekalian kunjungan lapangan ke sana. Saya presentasikan di kantor tim untuk yang barunya dalam waktu 1-2 minggu," kata Dwi di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Jumat (29/11).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto (tengah) dan perwakilan Budayawan Salim Said (kanan) melihat maket proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu (3/7). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Setelah adanya pemangkasan anggaran, Dwi mengatakan dana keseluruhan revitalisasi TIM menjadi Rp 1,6 triliun. Dana itu, akan digunakan untuk revitalisasi secara keseluruhan.

"Gini Rp 1,8 triliun itu sebenarnya termasuk hotel. Tapi hotelnya kan jadi dihilangkan sehingga terpotong Rp 200 miliar jadi total seluruhnya Rp 1,6 triliun," ucapnya.

Taman Ismail Marzuki Foto: Nurvita Indarini/ kumparan

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Komisi B DPRD DKI, Pandapotan Sinaga, menyebut sebenarnya DPRD tak menolak rencana revitalisasi yang dilakukan Jakpro. Namun, kata dia, pihaknya ingin revitalisasi tidak ditambahkan dengan pembangunan hotel.

"Pembangunan hotelnya kami tolak. Tapi revitalisasi tidak. Kami pun sepakat tidak setuju ada pembangunan hotel di sana," kata Pandapotan.

kumparan post embed

Proses revitalisasi TIM membutuhkan anggaran sebesar 1,8 triliun. Dalam KUA-PPAS APBD tahun 2020 Pemprov DKI akan memberikan dana sebesar Rp 200 miliar untuk proyek tersebut. Dalam proses revitalisasi, Jakpro akan membangun sejumlah fasilitas baru seperti pusat kuliner hingga galeri seni.

Sementara itu, Pemprov DKI telah memberikan dana sebesar Rp 200 miliar dari APBD 2019 untuk tahap pertama revitalisasi TIM.

Dalam desain sebelumnya yang dirancang oleh Andra Matin, tampak jelas wajah TIM berubah sangat drastis. Lebih megah dan futuristik. Meski demikian, revitalisasi ini bukan berarti menghilangkan semua bangunan yang ada sekarang. Sejumlah bangunan akan tetap dipertahankan, seperti Teater Jakarta, teater tertutup dan Planetarium.

video youtube embed

Untuk menghadirkan ruang interaksi yang lebih luas, seluruh tempat parkir akan ditempatkan di basement. Sehingga seluruh lahan parkir di atas akan digunakan sepenuhnya untuk ruang seni.

Namun, sayangnya desain itu ditolak karena rencana pembangunan hotel di revitalisasi TIM itu. DPRD DKI menganggap hal ini perlu ditolak karena pembangunan hotel itu bertujuan untuk komersil. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah melakukan groundbreaking revitalisasi TIM pada 3 Juli 2019.

kumparan post embed