Qodari soal Sudaryono Jadi Kepala BGN: Agar BGN Tampil Semakin Lincah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers terkait penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers terkait penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen yang kuat untuk memperbaiki dan memperkuat Badan Gizi Nasional (BGN).

Karenanya, menurut Qodari, Prabowo menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN baru menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri.

"Penunjukan ini merupakan cerminan komitmen kuat Presiden untuk memastikan hadirnya kepemimpinan yang mampu merangkul semua pihak, memperkuat kerja sama lintas sektor, dan bergerak cepat menyelesaikan berbagai masalah di lapangan," kata Qodari dalam keterangannya, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan, pergantian kepemimpinan ini juga salah satu upaya dalam menyempurnakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Pergantian ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk terus menyempurnakan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah, agar BGN tampil semakin lincah, dapat diandalkan, dan selalu cepat tanggap terhadap apa yang terjadi di tengah masyarakat," ucapnya.

Kepala Badan Komunikasi RI Muhammad Qodari saat program The Decision Maker di kantor kumparan, Jakarta, Kamis (23/6/2026). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Qodari mengeklaim, pemerintah menyadari tingginya harapan masyarakat terhadap program MBG ini. Karenanya, di bawah kepemimpinan Sudaryono, nantinya BGN akan fokus melakukan pembenahan.

"Bagi pemerintah, prinsipnya sangat jelas: keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari seberapa luas jangkauannya atau seberapa banyak penerimanya. Keberhasilan program MBG ini justru kita ukur dari kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh para penerima manfaat, serta kuatnya rasa memiliki masyarakat terhadap program ini," tuturnya.

Dia menegaskan, pergantian kepemimpinan BGN juga tidak akan menyurutkan komitmen pemerintah terhadap program MBG.

"Program MBG tetap dan akan terus menjadi investasi terbaik kita untuk menjemput cita-cita besar Indonesia Emas 2045. Tentu program sebesar dan seluas ini membutuhkan proses penyempurnaan yang bertahap. Namun dengan terus belajar, terbuka kepada evaluasi, dan mau memperbaiki diri, kami optimis program ini akan berjalan semakin efektif, tepat sasaran, dan membawa senyum bagi generasi penerus bangsa," paparnya.