Raja Juli Respons Politikus PDIP soal Baliho PSI Dipasang Polisi: Coba Buktikan
ยทwaktu baca 2 menit

Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, merespons pernyataan anggota Komisi III DPR RI Safaruddin yang menuding polisi memasang 5.000 baliho PSI di Jawa Barat.
Raja menantang politikus PDIP tersebut untuk membuktikan pernyataannya. Dia juga menyinggung Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Aiman Witjaksono, yang pernah menuding hal tersebut.
"Mana ada? Yang ngomong itu, ya sekalian (sampaikan) ke Mas Aiman, ya," kata Raja Juli di Kopdarnas dan Tumpengan HUT ke-9 PSI di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Kamis (16/11).
"Daripada kita saling tuding, saling membuat pemilu distrust ya, kalau ada isu intervensi gitu kan lebih baik disampaikan saja kepada publik. Polisi yang mana, di mana, jabatannya apa, kan lebih enak. Kalau emang ada data, ya monggo. Jawa Baratnya di mana, Kabupaten mana, coba dikasih tahu," lanjutnya.
Raja lalu membandingkan PSI dan PDIP. Menurutnya, PSI yang merupakan partai baru tidak punya kekuasaan untuk mengontrol kepolisian.
"PSI ini partai baru kok, kenal sama polisi juga sama polisi tidur," jelasnya.
Politikus PDIP sekaligus anggota Komisi III DPR RI Safaruddin meminta Polri mengklarifikasi ada informasi oknum polisi pasang baliho PSI di Jawa Barat. Hal ini ditanyakan saat Komisi III rapat kerja dengan Kabaharkam Polri Komjen Fadil Imran dan jajarannya.
"Itu di Jawa Barat, kenapa balihonya dipasangkan oleh polisi? PSI. Di Jawa Barat, ada di media. Ini maksudnya biar bapak klarifikasi," kata Safaruddin di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/11).
