Raja Salman Undang 1.000 Anggota Keluarga Syuhada Palestina Pergi Haji
·waktu baca 2 menit

Raja Salman mengundang 1.000 anggota keluarga dari syuhada (pejuang yang mati syahid/martir) Palestina, tahanan, dan warga yang terluka akibat penjajahan Israel untuk menunaikan ibadah haji 2023.
Warga Palestina ini diundang di bawah Program untuk Tamu Penjaga Dua Masjid Suci. Program ini dilaksanakan dan diawasi oleh Kementerian Urusan Islam.
Demikian dikutip dari media Arab Saudi, Okaz, Sabtu (10/6).
Menteri Urusan Islam Syeikh Dr. Abdullatif Al-Sheikh menjelaskan bahwa rakyat Palestina mendapat perhatian penuh dari Penjaga Dua Masjid Suci (gelar bagi Raja Salman) dan Putra Mahkota Pangeran MBS— hal yang telah dilakukan Arab Saudi sejak negara didirikan oleh Raja Abdulaziz Al Saud.
Dia mengatakan, undangan tersebut juga merupakan bentuk simpati atas penderitaan rakyat Palestina, terutama keluarga para syuhada, tawanan, dan korban luka-luka.
Tamu dari Palestina tersebut tentunya akan mendapatkan layanan paripurna. Selain menunaikan haji yang dimulai tanggal 8 hingga 12/13 Zulhijah, mereka juga akan diundang beribadah di Masjid Nabawi di Madinah, mengunjungi tempat-tempat bersejarah, menghadiri pertemuan budaya dan ilmiah, bertemu imam Dua Masjid Suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi), diajak menggunakan teknologi modern dan kecerdasan buatan, tentunya juga tersedia akomodasi yang nyaman.
Mengundang haji 1.000 anggota keluarga syuhada Palestina rutin dilakukan, seperti yang terjadi pada 2019. Ketika pandemi, undangan ini terhenti. Setelah pandemi berakhir pada 2023 dan haji kembali berjalan normal, undangan kembali disampaikan.
