Respons Pengelola Kebun Raya Bogor soal Viral Rumput Rusak Usai Konser Musik
ยทwaktu baca 2 menit

Festival musik Swaraya yang diselenggarakan di Kebun Raya Bogor pada 24-26 Juni lalu, sempat menjadi perbincangan di media sosial. Rerumputan yang rusak setelah acara festival itu, menuai pro dan kontra warganet.
Beberapa gambar yang tersebar di media sosial menunjukkan rumput rusak usai diinjak pengunjung festival itu. Bahkan beberapa titik rumput tercabut dan tanah menjadi becek.
General Manager Corporate Communication Kebun Raya, Zaenal Arifin mengatakan, pertunjukkan musik bukanlah yang utama dari acara Swaraya. Penonton bahkan diberikan bibit bunga oleh penyelenggara acara.
"Pertunjukan musik bukan yang utama tetapi bagian terpenting adalah pesan konservasi yang disampaikan, pembagian bibit tanaman, kultur jaringan, dan anggrek serta edukasi tumbuhan yang utama," kata Zaenal kepada kumparan, Selasa (28/6).
Zaenal mengatakan, rumput yang rusak adalah lokasi yang memang biasa dijadikan acara. Sementara itu, tumbuhan koleksi milik Kebun Raya Bogor dipastikan tidak rusak.
"Kondisi rumput, (tindakan) preventif (sudah) kita lakukan, dan kita perhitungkan, termasuk membatasi pohon koleksi dengan pagar pelindung, tidak ada tumbuhan koleksi yang rusak. Area tersebut merupakan area yang bisa digunakan untuk acara," katanya.
Pengelola Kebun Raya Bogor memastikan rumput yang rusak setelah Swaraya, segera diperbaiki.
"Lebih dari 100 perawat kebun kita siapkan untuk membersihkan sampah dan kebersihan wilayah. Untuk perbaikan rumput diperkirakan 4 atau 5 hari ke depan," ujarnya.
Kebun Raya juga mengklarifikasi beberapa foto rumput rusak yang tersebar di media sosial, adalah foto lama.
"Pada hari Sabtu, terdapat postingan di Facebook melalui akun atas nama Mang Asep Kabayan. Akun tersebut menyebarkan postingan dengan informasi lead photo dari kegiatan lomba burung di Kebun Raya Bogor yang diselenggarakan di lokasi yang sama pada tahun 2018," tulis rilis Kebun Raya.
"Foto lomba burung ini bukan merupakan acara SWARAYA dan digabungkan dengan foto-foto acara SWARAYA sehingga menimbulkan informasi yang salah kepada masyarakat," tutupnya.
