RI Dapat Layak Investasi dari S&P, Saatnya Koleksi Saham-saham Bank

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Seorang pialang memantau pergerakan saham (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pialang memantau pergerakan saham (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Indonesia mendapatkan peringkat layak investasi (investment grade) dari lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P). Kenaikan peringkat ini merupakan yang tertinggi untuk pertama kalinya sejak Indonesia mengalami krisis ekonomi 1998. Sebelumnya, S&P memberikan rating BB+ atau positif bagi Indonesia pada Mei 2015.

Menurut Analis Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, pemberian investment grade tersebut berdampak positif bagi perekonomian RI, terutama ke pasar modal dan investasi.

"Tentunya dengan naiknya rating kredit ini emiten-emiten perbankan hampir semuanya positif, selain itu akan membantu bagi emiten-emiten yang akan menerbitkan surat utang karena bunganya akan murah," jelas Kiswoyo kepada kumparan (kumparan.com), Senin (22/5).

Baca Juga:

IHSG Langsung Melambung di Awal Perdagangan, Sentuh 5.800

Pertama Kalinya Sejak 1998, RI Raih Layak Investasi dari S&P

S&P Effect, Rupiah Kembali Menguat

Tulisan Tangan Sri Mulyani Soal WTP dan S&P: Anda LUAR BIASA!!

Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)

Untuk perbankan, ia merekomendasikan pelaku pasar untuk mengoleksi saham-saham bank besar, yaitu BBRI, BBNI, BBCA dan BMRI.

"Selain itu, saham-saham konsumer juga bisa jadi pilihan. Karena sebentar lagi bulan puasa, didukung oleh ekonomi yang menggeliat karena kenaikan rating dari S&P, dipastikan konsumsi menguat," tuturnya.

Ia merekomendasikan saham-saham UNVR, ICBP, INDF, ROTI, MYRA untuk sektor ini.

Ia memprediksi, IHSG bisa menyentuh rekor baru yakni 6.000 di akhir tahun.

Untuk diketahui, pekan lalu, peringkat surat utang pemerintah (sovereign) Indonesia diangkat dari BB+ menjadi BBB-. S&P juga melaporkan bahwa outlook diubah menjadi stabil.

Dalam sejarahnya, Indonesia Indonesia meraih status investment grade pertama kali dari S&P pada pertengahan 1992. Kemudian lembaga pemeringkat internasional lainnya yaitu Moody’s menyusulnya pada Maret 1994 dan Fitch pada Juni 1997.