Ribuan Penari Gandrung Akan Semarakkan Gelaran Seni Kolosal Banyuwangi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pagelaran seni kolosal Banyuwangi, Gandrung Sewu. Foto: Dok. Pemkab Banyuwangi
zoom-in-whitePerbesar
Pagelaran seni kolosal Banyuwangi, Gandrung Sewu. Foto: Dok. Pemkab Banyuwangi

Pagelaran seni kolosal Banyuwangi, Gandrung Sewu, akan digelar pada akhir pekan depan, Sabtu (12/10). Ribuan penari Gandrung berbagai usia siap menyemarakkan festival kesenian rakyat tersebut.

Kegiatan itu akan diselenggarakan di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur. Tak sekadar menari, yang disajikan adalah sendratari berkisah perjuangan heroik rakyat Blambangan melawan kolonial dengan tema Panji-Panji Sunangkara.

“Kemegahan Gandrung Sewu telah menjadikan event ini masuk 10 Best Calendar of Event Wonderful Indonesia,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dalam siaran persnya, Jumat (4/10).

Anas mengatakan gandrung merupakan salah satu identitas budaya Banyuwangi yang telah mendunia. Tidak hanya sekadar acara, Anas berharap Gandrung Sewu bisa jadi upaya regenerasi seniman tari di Banyuwangi.

"Setiap tahunnya, seniman cilik, muda, hingga paruh baya antusias menampilkan atraksi kolosal Gandrung Sewu untuk menunjukkan kebanggaan mereka terhadap budaya daerah pada publik global. Penari dari usia 6 (tahun) hingga paruh baya semua menyambut event ini dengan suka cita," jelas Anas.

Pagelaran seni kolosal Banyuwangi, Gandrung Sewu. Foto: Dok. Pemkab Banyuwangi

Selain Gandrung Sewu, pada Sabtu (12/10), akan ada Festival Lembah Ijen dan Ngopi Sepuluh Ewu (10.000). Festival itu akan diselenggarakan di Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi.

“Jika ingin melihat kisah Gandrung lebih dekat lagi, silakan hadir di Festival Lembah Ijen usai menonton Gandrung Sewu. Sendratari ini digelar di amfiteater berlatarkan hamparan sawah yang dikelilingi ratusan patung gandrung berbahan terakota. Amfiteater ini berada di ketinggian 600 mdpl di kaki ijen,” kata Anas.

Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda, menambahkan para wisatawan bisa mengunjungi Festival lembah Ijen dan Ngopi Sepuluh Ewu usai menonton Gandrung Sewu. Festival Lembah Ijen akan dimulai sekitar pukul 19.00, sementara Ngopi 10 Ewu yang digelar di Desa Adat Kemiren akan berlangsung dari pukul 17.00 hingga 21.00.

"Selama festival Ngopi 10 Ewu berlangsung, ribuan cangkir kopi dengan motif yang sama akan tersaji di sepanjang jalan utama Desa Kemiren. Kopi yang sengaja dihidangkan warga setempat itu sebagai perlambang sambutan hangat warga Kemiren kepada tamu pengunjung," kata Bramuda.

Para Penari di Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi. Foto: Bella Cynthia Ratnasari/kumparan

Selama bulan Oktober 2019 ini, beragam event juga meramaikan Banyuwangi Festival. Antara lain, hari ini Sabtu 5 Oktober digelar Kuntulan Caruk di Gesibu Banyuwangi. Lalu ada Festival Band Remaja pada 18 Oktober) dan Festival Gendhing Osing pada 26 Oktober.

Selain itu, ada Banyuwangi Writing Festival pada 20 Oktober, Santripreneur Festival pada 20-22 Oktober, dan Banyuwangi International BMX pada 26-27 Oktober. Selanjutnya Festival Anak Sholeh pada 29-30 Oktober, dan Traditional Market Festival pada 30 Oktober.

kumparan post embed