Ribut Pemilihan Ketua DPD, Pamdal Turun Tangan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana sidang pemilihan pimpinan DPD RI, Selasa (1/10/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana sidang pemilihan pimpinan DPD RI, Selasa (1/10/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Hujan interupsi mewarnai rapat paripurna pemilihan pimpinan DPD, Selasa (1/10). Situasi makin ricuh saat keributan terjadi di tengah rapat.

Rapat kali ini dipimpin pimpinan sementara DPD, Ismeth Abdullah dan Larasati Moriska. Rapat sedang membahas mekanisme pengesahan paket pimpinan DPD.

Rapat semula diskors 30 menit agar calon pimpinan bisa mengumpulkan dukungan sebagai syarat pengesahan sebagai calon pimpinan DPD. Berdasarkan tatib, seseorang bisa maju sebagai pimpinan bila mendapat 25% dukungan atau 38 daerah dari seluruh wilayah Indonesia.

Skors kemudian dicabut. Para anggota DPD satu per satu maju ke meja pimpinan untuk menyerahkan dukungan.

Namun, keributan malah terjadi. Interupsi masih saja muncul karena merasa mekanisme yang tengah berjalan tidak sesuai dengan tata tertib yang ada.

2 paket pimpinan yang akan maju sebagai pimpinan DPD, yakni:

Paket 1

Ketua

La Nyalla Mattalitti

Wakil Ketua

Nono Sampono

Elvina

Andi Muhammad Ihsan

Paket 2

Ketua

Sultan Najamuddin

Wakil Ketua

GKR Hemas

Yorrys Raweyai

Tamsil Lirung

Suasana sidang pemilihan pimpinan DPD RI, Selasa (1/10/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Tampak La Nyalla berdiri dari kursinya menuju ke salah satu anggota DPD. Posisi anggota DPD dekat dengan lawannya, Sultan Najamuddin.

Entah apa yang mengawali dan menyulut, keributan terjadi. Sejumlah anggota DPD mencoba melerai keributan itu. Tampak anggota DPD Fadel Muhammad coba menarik Najamuddin kembali ke kursinya.

"Sudah malu, DPD masa ribut begini," kata salah satu anggota DPD lewat pengeras suara.

Calon Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin saat dijumpai di Gedung Nusantara V, Jakpus, Selasa (1/10/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Petugas Pamdal juga langsung bereaksi. Sebagian melerai keributan, sebagian membuat barikade di depan pimpinan DPD.

Keributan pun reda. Anggota DPD kembali ke kursi.

"Sidang kami skors 30 menit," kata Ismath.

Skors ini dipakai untuk kembali mengumpulkan dukungan anggota DPD kepada kedua paket pimpinan yang akan maju.