Ridwan Kamil Ingin Rombak Gedung Sate Biar Tak Terkesan Angker

Setelah dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membuat gebrakan dalam kepemimpinannya. Sebagai seorang arsitek, ia ingin merobak sebagian titik bangunan di Gedung Sate.
Ia menilai di Gedung Sate banyak bangunan dan lahan yang belum difungsikan secara maksimal. Ia berniat merombak Gedung Sate menjadi gedung yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum.
“Saya punya mata sebagai arsitek banyak ruang mubazir lebih baik dimanfaatkan untuk masyarakat. Gedung Sate jangan terkesan angker, formal kayak istana. Ini kan rumah rakyat, selama tidak masuk ke ruang yang tidak privat, masyarakat bisa berinteraksi,” ujar Ridwan Kamil kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (7/9).
Salah satu titik yang akan dirombak adalah taman belakang dan taman depan Gedung Sate. Menurutnya, taman belakang gedung sate kurang dimanfaatkan dengan baik. Sehingga, ia ingin membuat pelataran untuk menjamu tamu-tamu penting.

“Saya akan rombak Gedung Sate besar-besaran. Mulai dari tamannya, detailnya. Taman belakang tidak berfungsi. Itu keren. Bisa buat pelataran nyambut tamu negara. Taman depan dimundurin sedikit agar yang mau motret-motret, enggak pabeulit sama mobil,” katanya.
Kendati demikian, ia tidak akan merombak inti bangunan yang diarsiteki oleh J.Gerber pada zaman Hindia Belanda ini. Menurutnya, Gedung Sate merupakan salah satu bangunan heritage yang perlu dijaga.
“Ya, enggak akan (merombak). Saya tahu, kan saya arsitek,” katanya.

Gedung Sate merupakan kantor pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Gedung yang terletak di Jalan Dipenogoro, Kota Bandung ini berdiri di atas tanah seluas 2,7 hektare. Bangunan ini didirikan pada tahun 1920 di era kolonial Hindia-Belanda.
Saat ini, di Gedung Sate terdapat wahana wisata eduksasi seperti museum. Selain itu, Gedung Sate kerap dijadikan tempat selfie favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung.
