RS Polri soal 3 Korban Tewas Pesawat Jatuh di BSD: Jenazah Tak Utuh
·waktu baca 1 menit

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri, Brigjen Pol Hariyanto, membeberkan kondisi tiga korban tewas pesawat latih jenis Tecnam P2006T dengan nomor pesawat PK-IFP yang jatuh di Lapangan Sunburst, BSD, Tangerang Selatan.
"Luka bakar enggak ada, tapi hanya luka benturan yang sangat keras. Bisa dibayangkan jatuh dengan terbentur," kata Hariyanto di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (19/5).
Hariyanto menyebut, kondisi jenazah korban pesawat itu juga tidak utuh. Namun tidak dijelaskan bagian tubuh mana yang hilang.
"Kondisi [jenazah] tidak utuh, tapi tidak terbakar," lanjutnya.
Pesawat tersebut awalnya bertolak dari Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten menuju ke Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. Beberapa saat setelah mendarat di Tanjung Lesung, pesawat ini terbang kembali menuju Pondok Cabe. Namun, di tengah perjalanan mengalami kecelakaan dan jatuh di BSD.
"Kami terima informasi dari Pondok Cabe mau ke Tanjung Lesung, dan kembali ke Pondok Cabe. Di sana kita terima info mayday," ucap Kapolres Tangsel AKBP Ibnu saat dikonfirmasi, Minggu (19/5).
Dalam insiden kecelakaan ini, ada tiga korban tewas.
Berikut identitasnya:
Capt Pulu Darmawan (pilot)
Capt Suanda (co-pilot)
Farid Ahmad (engineer)
