Rumah Pemudik dan Pendatang di Jateng akan Ditempel Stiker Khusus Selama Nataru

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat di acara Nitilaku 2021 di UGM. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat di acara Nitilaku 2021 di UGM. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Rumah pemudik atau pendatang yang masuk di Jawa Tengah selama libur Natal dan Tahun Baru 2022 bakal ditempeli stiker khusus.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, penempelan stiker itu untuk menunjukkan bahwa ada warga dari luar kota yang masuk ke lingkungan itu. Sehingga memudahkan untuk dilakukan pengawasan.

"Setiap rumah-rumah kalau ada tamu dari luar kita akan tempeli itu agar kita tahu bahwa memang di situ sedang ada tamu dari luar kota. Nanti polda dengan babinkamtibmasnya akan menyiapkan stiker nanti akan ditempel bahwa di situ ada tamu pendatang agar kalau terjadi sesuatu, tracing kita akn lebih gampang," kata Ganjar di kantornya, Rabu (22/12).

kumparan post embed

Ganjar meminta masyarakat ikut aktif melaporkan jika ada pendatang di lingkungannya yang masuk selama Nataru. Termasuk aktif melaporkan diri melalui aplikasi PeduliLindungi.

"Masyarakat Jateng kita minta untuk melaporkan sehingga nanti kita minta Babinsa Bhabinkamtibmas akan membantu. Kades, RT/RW membantu," jelas dia

"Masyarakat juga kita minta untuk aktif mengisi aplikasi PeduliLindungi, maka fasilitas-fasilitas yang mesti pasang aplikasi peduli lindungi kita akan kontrol semua. Kita nanti minta ada patroli lah," imbuh Ganjar.

Warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 melakukan aktivitas di rumah karantina Hotel Rosenda, Baturraden, Banyumas, Jateng, Selasa (22/6/2021). Foto: Idhad Zakaria/ANTARA FOTO

Meski begitu, Ganjar mengimbau agar masyarakat tidak bepergian saat libur Nataru 2022 guna menekan mobilitas.

Jika memang terpaksa harus berpergian, ia meminta masyarakat untuk melakukan tes antigen atau PCR.

"Agar kita tidak melakukan terlalu banyak pergerakan selama libur nataru. Tapi kalau memang penting banget harus meninggalkan tolong ya tes PCR menjaga diri lah minimal dengan kesadaran saja atau antigen juga oke," tutup Ganjar.