Saat Bendera Palestina Berkibar di Kedutaan Besarnya di London
ยทwaktu baca 3 menit

Usai Inggris secara resmi mengakui negara Palestina, Kedutaan Besar Palestina di London mengibarkan bendera negaranya.
Dengan pengibaran bendera itu, maka kantor Kedutaan Besar Palestina resmi berdiri. Sebelum pengakuan Inggris, Palestina hanya memiliki kantor misi diplomatik di London.
Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (23/9), upacara pengibaran bendera itu dihadiri sejumlah duta besar. Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, memimpin langsung upacara pengibaran bendera sekaligus berdirinya Kedutaan Besar Palestina untuk Inggris.
"Mari bergabung bersama saya saat kita mengibarkan bendera Palestina dengan warna-warna yang mewakili bangsa kita: hitam untuk duka cita, putih untuk pengharapan, hijau untuk tanah, dan merah untuk pengorbanan rakyat kita," kata Zomlot pada Senin (22/9).
Zomlot mengatakan, pengakuan negara Palestina adalah tentang memperbaiki sejarah yang salah dan berkomitmen bersama untuk masa depan yang didasarkan pada kebebasan, martabat, dan hak asasi yang fundamental.
"Ingat bahwa pengakuan ini datang di saat penderitaan dan kepedihan yang tak terbayangkan karena genosida yang sedang dilakukan terhadap kita -- genosida yang masih disangkal dan dibiarkan berlanjut tanpa hukuman," ujarnya.
"(Pengakuan) terjadi saat rakyat kita di Gaza kelaparan, dibom, dan terkubur di bawah reruntuhan rumah-rumah mereka; ketika rakyat kami di Tepi Barat dibersihkan secara etnis, dianiaya oleh terorisme yang disponsori negara setiap hari, tanahnya dirampas, dan penindasan yang mencekik," lanjutnya.
Zomlot juga mengatakan pengakuan dilakukan saat kemanusiaan rakyat Palestina masih dipertanyakan, nyawa rakyat dianggap tak berharga, dan kebebasan dasar rakyat masih diabaikan.
"Namun, momen ini merupakan tindakan perlawanan terhadap kebenaran, penolakan untuk membiarkan genosida menjadi kata terakhir, penolakan untuk menerima bahwa pendudukan bersifat permanen, penolakan untuk dihapuskan dan penolakan untuk didehumanisasi," pungkasnya.
Pengakuan Inggris terhadap negara Palestina diumumkan oleh Perdana Menteri Keir Starmer. Pengakuan ini dilakukan setelah lebih dari 100 tahun sejak Balfour Declaration yang mendukung pembentukan tanah air bagi orang Yahudi di Palestina, dan 77 tahun setelah pembentukan Israel di Mandat Inggris atas Palestina.
Anggota parlemen independen Inggris, Shockat Adam, mengatakan pengibaran bendera Palestina merupakan momen yang monumental.
"Ini adalah sebuah titik sejarah, semoga ini menjadi titik balik sejarah, tapi ini adalah hari yang kuat, hari yang sangat emosional," kata Adam.
"Kita tidak punya misi sekarang, kita punya kedutaan besar; kita tidak punya kepala misi, kita punya duta besar. Itu merupakan perubahan kecil dan tidak berarti signifikan di lapangan saat ini, tapi ini (tetap) satu momen, sudah terlambat, sangat terlambat," lanjutnya.
Sementara Amnesty International mengatakan keputusan Inggris mengakui negara Palestina akan menjadi isyarat hampa jika tidak diimbangi dengan langkah-langkah konkret untuk mengakhiri genosida Israel di Gaza dan pendudukan selama puluhan tahun.
Manajer tanggap krisis Amnesty International, Kristyan Benedict, mengatakan pengakuan Inggris terhadap Palestina memang signifikan.
"Tapi kata-kata saja tidak akan menghentikan kekejaman," tegasnya.
Dia mendesak Inggris menghentikan ekspor senjata ke Israel, menjatuhkan sanksi kepada pejabat yang terlibat dalam kejahatan perang, mengakhiri perdagangan dengan Israel, dan mendesak Israel mencabut blokade terhadap Gaza, dan membongkar sistem apartheid di sana.
