Sahroni Tertawa Bahlil Resmikan Media Center Indonesia Maju: Itu Urusan Kominfo

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni (kiri) menjawab pertanyaan wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (4/9). Foto: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
zoom-in-whitePerbesar
Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni (kiri) menjawab pertanyaan wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (4/9). Foto: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Bendahara Umum NasDem, Ahmad Sahroni, menanggapi diresmikannya Media Center Indonesia Maju pada Senin (4/11). Menteri Investasi Bahlil Lahadalia hadir langsung dalam peresmian media center ini.

Sahroni tertawa ketika diminta tanggapan terkait berdirinya Media Center Indonesia. Ia mengaku tidak paham alasan pemerintah harus mendirikan media center terlebih jelang hari pencoblosan 14 Februari 2024.

"Berkaitan tentang apa? Emang kenapa dengan pemerintah pusat? Ada masalah beratkah harus demikian membuat media center?" kata Sahroni seraya tertawa ketika dikonfirmasi.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers peluncuran Media Center Indonesia Maju di Diponegoro 15A, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/12/2023). Foto: Fadlan/kumparan

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini lantas menyoroti masalah pengaduan masyarakat yang marak di media sosial. Menurutnya, pemerintah masih lambat dalam melayani masyarakat.

"Yang ada pengaduan secara sistemik media sosial saja belum langsung direspons secara cepat," ucap Sahroni.

"Media center biar Kominfo yang cocok urusin," tegas dia.

Legislator asal Tanjung Priok ini juga tidak paham mengapa harus Bahlil yang hadir dalam peresmian Media Center Indonesia Maju. Ia menyarankan Bahlil agar fokus mengerjakan tugasnya sebagai Menteri Investasi.

"Pak Bahlil fokus aja sama ilegal mining masih banyak yang perlu dibenahi," ucap Sahroni.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers peluncuran Media Center Indonesia Maju di Diponegoro 15A, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/12/2023). Foto: Fadlan/kumparan

Lebih jauh, Sahroni menanggapi soal media center ini akan menjadi tempat pemerintah untuk mengklarifikasi berbagai berita bohong atau hoaks. Ia heran dengan tujuan dibentuknya media center ini.

"Siapa yang jamin tidak ada hoaks? Pak Bahlil ngelawak aja. Apa pun bentuknya media sosial selama buzzer masih banyak maka hoaks bertebaran kapan aja dan di mana aja," kata Sahroni.

"Bahlil fokus aja sama ilegal mining, jangan urusin media center," tutup dia.