Sahroni Unggah Video Pelajar Tak Pakai Helm Malah Caci Maki Polisi

21 November 2022 11:19
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi tilang manual. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tilang manual. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mengunggah aksi seorang pelajar yang mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm. Alhasil, pelajar itu kemudian diberikan imbauan oleh seorang polisi lalu lintas (Polantas).
ADVERTISEMENT
Dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, terlihat pelajar SMP itu mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B 4796 SLC. Namun dia terlihat tak terima dengan imbauan yang seorang Polantas bernama Iptu Yanu.
Aksi pelajar itu lantas direkam oleh seseorang. Dia pun sempat melontarkan umpatan kepada perekam video tersebut. Namun, Iptu Yanu tetap menenangkannya dan memberikan imbauan secara humanis.
Belakangan diketahui, peristiwa itu terjadi di Sidoarjo. Hanya saja, waktu kejadian belum terungkap.
Wakil Ketua Komisi III DPR dari NasDem Ahmad Sahroni. Foto: Fadlan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi III DPR dari NasDem Ahmad Sahroni. Foto: Fadlan/kumparan
Sahroni menyebut, peristiwa itu terjadi di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur. Dia pun mengapresiasi kesabaran Polantas yang menangani aksi pelajar tersebut.
"Pihak kepolisian sangat saya apresiasi dengan ramah dan humanisnya menyapa pelanggar lalu lintas," kata Sahroni saat dihubungi, Senin (21/11).
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang di akun medsosnya, Sahroni menyebut anak itu telah ngelunjak.
"Jangan dicontoh yah. Ini anak sudah salah dikasih pelajaran baik-baik malah ngelunjak. Mau ditilang, tapi tidak bisa lagi karena memang aturan dari Kapolri @listyosigitprabowo. Tapi tidak ditilang ini jadi bagaimana tuh?" komentarnya.
Saat ini memang Polantas tak dapat melakukan penilangan secara manual karena telah digantikan tilang elektronik atau ETLE. Hal ini didasari pada aturan yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. ETLE memang dimaksudkan untuk mengurangi adanya pungli di lapangan.
Namun Sahroni menilai, Kapolri perlu mengkaji ulang aturan tersebut. Lantaran dengan ditiadakannya tilang manual, pelanggar lalu lintas kini bebas melenggang di jalanan.
"Saya minta Pak Kapolri untuk mengkaji ulang aturan tentang tidak boleh tilang kembali agar para pelanggar dikenakan sanksi," ujar politikus Nasdem ini.
ADVERTISEMENT
Kepada para orang tua, Sahroni juga mengimbau untuk memberikan nasihat kepada anaknya yang menggunakan kendaraan bermotor. Lebih khusus untuk mematuhi aturan berlalu lintas.
Imbauan buat para orang tua untuk berikan edukasi kepada putra-putrinya agar tidak melakukan pelanggaran di jalan," ujar Sahroni.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020