Satgas COVID-19 Ingatkan Sekolah Jangan Gelar Study Tour

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas membersihkan kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (2/6/2020). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas membersihkan kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (2/6/2020). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO

Semua kangen liburan. Tak terkecuali remaja di tingkat sekolah menengah atas.

Usia muda membuat jiwa mereka ingin bepergian. Apalagi bersama teman yang lama tidak berjumpa karena pandemi corona.

Jangan heran kalau ada sejumlah sekolah yang tetap menggelar program tahunan study tour.

Misalnya saja sebuah sekolah menengah atas di Jakarta Selatan. Guru, orang tua, dan siswa menggelar study tour ke Yogyakarta.

Semua sepakat tetap berangkat, dengan alasan protokol kesehatan diterapkan. Sayangnya pihak orang tua tak mau disebut sekolah dan juga identitasnya.

Langkah pihak sekolah ini mendapat kritik dan saran dari Satgas COVID-19. Bahaya corona masih mengintai.

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito Foto: Dok. BNPB

"Pihak penyelenggara kegiatan belajar mengajar harus bijak dalam menentukan metode pembelajaran khususnya di masa pandemi ini," kata Prof Wiku kepada kumparan, Senin (23/11).

Wiku meminta sekolah dan orang tua jangan memberikan risiko kepada siswa. Pencegahan corona yang utama.

"Perlu ditekankan mana yang prioritas mana yang tidak jangan sampai kegiatan belajar mengajar meningkatkan risiko penularan COVID-19," tutup dia.